Humpuss Jalankan Bisnis Konservatif Tahun Ini
Rabu, 15 Februari 2017 | 18:10 WIB
JAKARTA – PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) bakal lebih konservatif dalam menjalankan bisnisnya tahun ini. Perseroan memandang, meskipun tender yang berkaitan dengan pengangkutan minyak dan gas (migas) cukup banyak, terdapat sejumlah pertimbangan yang mengharuskan Humpuss tetap berhati-hati.
Presiden Direktur Humpuss Intermoda Transportasi Theo Lekatompessy mengatakan, saat ini masih ada ketidakpastian, gejolak serta persoalan dalam regulasi industri migas. Meskipun pemerintah cukup agresif dalam mengembangkan infrastruktur energi,
Theo menilai ada beberapa hal yang diperhatikan olehnya. Pertama adalah secara makro, terdapat peraturan pemerintah tentang migas yang masih tumpang tindih.
"Itu yang membuat kami agak hatihati," jelas dia kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
Selain itu, dia juga sedikit meragukan kemampuan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam menjalankan banyaknya proyek pembangkit listrik yang ada. Terdapat sejumlah kasus yang menimbulkan keraguan pelaku industri terhadap kemampuan keuangan PLN.
Menurut dia, target PLN hingga tahun-tahun mendatang cukup besar dengan kecepatan membangun yang luar biasa cepat. Dia menilai kondisi itu bisa menimbulkan unsustainable growth PLN.
Lebih lanjut dia menerangkan, tahun ini Humpuss akan menerapkan strategi rekonfigurasi strategi, yakni strategi perseroan harus sejalan dengan kesempatan di pasar, rencana pemerintah serta kemampuan perseroan.
Menurut dia, rencana pemerintah yang searah dengan kemampuan perseroan adalah pembangunan pembangkit listrik yang berbahan bakar gas.
"Kami akan fokus di situ. Tahun lalu kami sudah ditunjuk sebagai pionir mini energi di Benoa Bali," katanya.
Humpuss akan menduplikasi proyek tersebut di sejumlah tempat lain. Sementara itu, Humpuss juga masih menunggu kepastian penandatanganan perjanjian jual-beli listrik antara konsorsuium PT Pertamina dengan PLN pada proyek pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Jawa I.
Konsorsium Humpuss merupakan pemenang tender penyedia floating storage regasification unit (FRSU) untuk proyek tersebut. Secara umum, Humpuss sudah siap apabila telah terjalin kesepakatan antara konsorsium Pertamina dan PLN.
Untuk menggarap proyek FSRU tersebut, Humpuss membutuhkan dana investasi sebesar Rp 3,5 triliun. Jika terealisasi, kontrak pengiriman gas untuk proyek tersebut selama 25 tahun. Potensi pendapatan perseroan selama 25 tahun adalah US$ 1 miliar.
Dia memperkirakan PLTGU Jawa I akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2020. Proyek tersebut akan menjadi proyek jangka panjang kedua bagi Humpuss. Proyek jangka panjang perseroan pertama yaitu pada awal 1990-an dengan kapal Eka Putra. (fik)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




