Hitung Cepat Pilgub DKI Pukul 18.00 WIB
Populi Center: Ahok-Djarot Teratas
Rabu, 15 Februari 2017 | 19:08 WIB
Jakarta - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, sementara mengungguli pasangan lainnya dengan angka 42.59 persen dalam penghitungan cepat Populi Center.
"Ini data yang masuk sudah 99,6 persen, hampir 100 persen. Hasilnya, untuk pak Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni 17.29 persen; pak Ahok dan pak Djarot 42.59 persen; sementara pak Anies Baswedan dan pak Sandiaga Uno itu 40,13 persen," ujar Direktur Populi Center Usep S Ahyar, di Kantor Populi Center, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Rabu (15/2).
Dikatakannya, tidak terlalu banyak perubahan angka sejak data masuk sekitar 40 persen. "Karena penyebaran data masuk itu relatif baik dan relatif cepat," ungkapnya.
Ia menyampaikan, posisi Basuki-Djarot yang mengungguli pasangan lainnya tidak terlalu mengejutkan. Sebab, hasil survei Populi Center yang dipublis tanggal 6 Februari 2017, tidak jauh berbeda.
"Hasil survei, Ahok 40 persen. Nah memang pak Anies 30 persen yang kemudian agak mengagetkan menjadi 40 persen. Lalu pak Agus 21 persen, lalu berkurang menjadi 17 persen," katanya.
Usep menyampaikan, hampir bisa dipastikan Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran.
"Saya kira dua putaran karena tidak ada yang 50 persen plus satu. Pak Ahok kan sekitar 42 persen, kemudian pak Anies 40 persen. Jadi kedua pasangan ini yang berpotensi untuk melaju keputaran kedua," jelasnya.
Menurutnya, ada beberapa peristiwa yang mempengaruhi pendapatan suara Agus-Sylvi. Pertama kurang bersaing dalam debat, kemudian Sylvi disebut-sebut terjerat kasus dugaan korupsi.
"Kemudian pak SBY dan pendukungnya yang dalam beberapa hari ini banyak men-tweet, konfrensi pers, yang menurut dugaan saya masyarakat tidak terlalu menyukai cara-cara seperti itu," ucapnya.
"Khusus mengenai proses pidana korupsi, dalam temuan kami itu sangat fatal akibatnya. Jadi, baik swing voters, bahkan loyal voters pun itu bisa terpengaruh misalnya, calonnya itu terjerat perkara korupsi, tidak bersih korupsi. Karena (pemimpin bersih) itu kriteria yang paling diinginkan pemilih terhadap Gubernur Jakarta masa depan," tambahnya.
Menyoal apakah suara Agus tergerus suara Anies, Usep mengungkapkan, ada beberapa, tapi tidak semuanya. "Suara Agus bergeser ke Anies karena karakternya yang hampir sama," katanya.
Analisa Putaran Kedua
Usep menjelaskan, putaran kedua memiliki jangka waktu yang cukup panjang, sehingga masih berpotensi muncul dinamika politik. Pada putaran kedua kemudian muncul pertanyaan besar kemana nanti suara Agus-Sylvi.
"Pertanyaannya kan suara Agus ini kemana? Apakah serta merta ke pak Anies? Menurut saya, belum tentu. Ini politik. Para pendukung atau parpol pendukung Agus akan berdinamika. 'Melakukan transaksi-transaksi dengan partai-partai.' Transaksinya macam-macam mungkin transaksi ide, atau transaksi politik dan lainnya. Jadi mungkin tidak utuh. Pendukung pak Agus selama ini bisa jadi ke pak Ahok, bisa juga ke pak Anies. Itu bergantung pada dinamika politiknya," terangnya.
Ia menambahkan, para pemilih juga akan berdinamika. Penajaman visi-misi, program kerja bisa saja menggoyangkan pemilih, terutama swing voters.
"Nah di Jakarta swing voters itu masih cukup tinggi, 25 sampai 30 persen, dan itu tidak menjadi loyal voters. Jadi swing voters tetap akan menjadi swing voters. Itu ciri dari perilaku pemilih yang lebih rasional. Jadi swing voters akan tetap ada, dan itu akan diperebutkan bergantung pada gagasan berfikir," katanya.
Swing voters, lanjutnya, rata-rata kelas menengah ke atas, lebih independen, tidak ada keterkaitan politik terhadap partai politik mana pun atau ormas mana pun, dan secara ekonomi cukup mandiri, sehingga bebas memilih.
"Ini yang kemudian, selalu mengejutkan. Kalau ada peristiwa apa, visi politik yang lebih baik, bahkan misalnya ada calon jadi tersangka, itu bisa merubah peta politik," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




