Pasar SUN Diprediksi Sideways

Senin, 20 Februari 2017 | 14:49 WIB
MF
B
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry | Editor: B1
Ilustrasi Kementerian Keuangan terkait penawaran Surat Utang negara
Ilustrasi Kementerian Keuangan terkait penawaran Surat Utang negara (Istimewa)

JAKARTA – Pasar surat utang negara (SUN) pekan ini kemungkinan masih bergerak mendatar (sideways). Pelemahan yang terjadi pekan lalu membuat potensi kenaikan pasar surat utang tertahan.

Analis senior Binaartha Parama Reza Priyambada mengungkapkan, laju rupiah juga diperkirakan bakal bergerak mendatar, seiring minimnya sentimen internal dan kondisi global yang masih menunggu kepastian. "Kami berharap kondisi tersebut segera berakhir," tutur Reza di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dia memperkirakan rentang yield surat utang pekan ini berada pada kisaran 2-5 basis poin (bps) atau sebesar 6-8,5%. Sedangkan obligasi korporasi diperkirakan kembali naik.

Senada dengan Reza, Kepala Riset Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Abren Ginting mengungkapkan bahwa tidak akan ada pergerakan signifikan pada pasar surat utang pekan ini. Hal tersebut terjadi karena belum ada isu yang dapat menggerakkan pasar. "Sentimen yang paling sensitif sebenarnya suku bunga dan sudah ditetapkan pekan lalu," katanya.

Selain masalah suku bunga, hal sensitif lain yang diperhatikan investor adalah proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) pekan lalu. Dia bersyukur tidak ada gejolak di Pilkada, seperti kekhawatiran investor asing.

Abren memperkirakan kondisi pasar mendatar (sideways) akan berlangsung hingga akhir Februari. Menurut dia, yield SUN tidak akan berubah signifikan pekan ini.

Pekan lalu, laju pasar obligasi tampaknya tidak mampu bertahan positif di tengah mulai adanya aksi profit taking. Ditambah lagi dengan kembali melemahnya laju rupiah yang diprediksi kembali melanjutkan pelemahannya, sehingga membuat laju pasar obligasi berbalik melemah.

Pelemahan terjadi sejalan dengan aksi jual yang ada. Selain itu, kembali menguatnya laju yield sejumlah obligasi AS seiring sikap pelaku pasar jelang penyampaian testimoni The Fed berimbas pada kembali menguatnya dolar Amerika Serikat (AS). (fik)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon