Pence Tegaskan Komitmen AS terhadap Eropa

Selasa, 21 Februari 2017 | 15:01 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih, Mike Pence di Capitol, Washington DC, Amerika Serikat, 20 Januari 2017.
Wakil Presiden Amerika Serikat terpilih, Mike Pence di Capitol, Washington DC, Amerika Serikat, 20 Januari 2017. (AFP/Saul Loeb)

BRUSSELS – Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Mike Pence pada Senin (20/2) berusaha meyakinkan Uni Eropa (UE) yang sudah gelisah atas kepemimpinan Presiden Donald Trump. Pence mengatakan, Trump memiliki komitmen yang kuat terhadap hubungan transatlantik.

Saat mengakhiri lawatan perdana ke Eropa, yang bertujuan menenangkan UE yang khawatir bahwa Trump mungkin meninggalkan mereka, Pence mengatakan dukungan AS tetap teguh dan abadi.

"Hari ini adalah hak istimewa saya atas nama Presiden Trump mengungkapkan komitmen yang kuat dari AS untuk keberlanjutan kerja sama dan kemitraan dengan Uni Eropa," kata Pence, setelah bertemu Presiden UE Donald Tusk di Brussels.

Pence berjanji AS akan tetap bekerja sama dengan Eropa untuk meningkatkan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, memerangi terorisme, dan membela Eropa timur terhadap gangguan dari Rusia.

Kritik Trump bahwa NATO telah usang, pujiannya atas keputusan Inggris meninggalkan UE, dan prediksi bahwa negara lain akan mengikuti, ditambah perubahan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin telah membuat semua sekutu AS terkesima.

Tusk, mantan perdana menteri Polandia, mengatakan bahwa orang Eropa benar-benar membutuhkan pertemuan dengan Pence dan bahwa blok 28 negara itu mendapat dukungan sepenuh hati dan tegas dari AS

"Terlalu banyak yang terjadi selama bulan lalu di negara anda dan di Uni Eropa, bagi kita untuk berpura-pura bahwa semuanya seperti dulu," kata Tusk.

Pence juga bertemu dengan Kepala Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, mantan perdana menteri Luksemburg, yang menekankan bahwa AS membutuhkan persatuan kuat Eropa.

Juncker juga mendesak persatuan UE yang lebih kuat. Ia menambahkan bahwa sekarang bukan saatnya bagi Eropa untuk terpecah belah.

Puluhan pengunjuk rasa berakhir di luar markas Uni Eropa selama kunjungan Pence. Mereka mengkritik sikap pemerintahan Trump terhadap kaum perempuan, kaum gay, dan perubahan iklim.

"Kami di sini untuk memprotes kunjungan Pence karena kami memberontak keputusan pemerintah AS untuk melemahkan hak-hak perempuan di seluruh dunia," ucap Irene Donadio, yang bekerja untuk Planned Parenthood Federation International, kepada AFP.

Kunjungan Pence selama dua hari dilakukan setelah Trump dalam aksi massa di Florida mengatakan insiden teror Swedia tidak ada. Ia juga mendesak masyarakat untuk melihat apa yang terjadi di Brussels, saat menyebutkan serangkaian kota-kota di Eropa yang dikejutkan oleh serangan teror mematikan.

Pence mengatakan, AS akan tetap mitra penuh dengan Uni Eropa dalam memerangi terorisme. Dia juga berjanji AS harus berdiri kuat dalam membela kedaulatan dan integritas teritorial negara di Eropa termasuk di Baltik, melalui penyebaran pasukan bala bantuan NATO baru-baru ini ke negara-negara tersebut.

Pada Konferensi Keamanan Munich pada akhir pekan, Pence mengatakan pemerintahan Trump akan terus meminta pertangungjawaban Rusia atas kekerasan di Ukraina timur dan menuntut pemerintah Rusia untuk menghormati perjanjian Minsk atas gencatan senjata yang akan dimulai Senin. (afp/leo)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon