Banjir, Ibu Tiga Anak Meninggal Diduga Tersengat Listrik di Kemang

Selasa, 21 Februari 2017 | 19:14 WIB
BM
JS
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: JAS
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta - Seorang ibu atas nama Novi Eka Mely Yana (32), meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik pada saat banjir merendam rumahnya, di Jalan Kemang Selatan X RT 03 RW02, Bangka, Mampang Prapatan.

Kapolsek Mampang Kompol M Safi'i mengatakan, korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya sekitar pukul 06.00 WIB.

"Telah ditemukan seorang perempuan telah meninggal dunia di dalam rumahnya yang tergenang banjir. Korban atas nama Novi Eka Mely Yana, ibu rumah tangga," ujar Safi'i, Selasa (21/2).

Dikatakannya, diduga korban meninggal dunia karena tersengat aliran listrik. "Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pengecekan, korban meninggal karena tersengat aliran listrik saat rumahnya terendam banjir," ungkapnya.

Ia menyampaikan, menurut keterangan saksi Hermawati (40), kejadian bermula ketika lingkungan sekitar mengalami banjir setinggi dada orang dewasa.

"Saat saksi keluar rumah, ia melihat perabotan korban masih berada di luar. Karena hal ini tidak seperti biasa terjadi, saksi memanggil korban, namun tidak ada Jawaban," ungkapnya.

Sesaat kemudian, saksi membuka pintu rumah korban, dan melihat ada kabel listrik terendam air.

"Selanjutnya, saksi mematikan listrik dan mengambil sapu untuk mengangkat kabel ke atas.
Saat kabel listrik diangkat, muncul tangan dari dalam air, dan saksi berteriak minta tolong," katanya.

Ia melanjutkan, tak lama kemudian warga berdatangan dan mengangkat korban.

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak di Jalan Ampera, Pasar Minggu. Namun, dari hasil pemeriksaan dokter dinyatakan ibu Novi telah meninggal. Selanjutnya, korban dibawa kembali dan disemayamkan di Mushola Al Istiqomah, Jalan Kemang Raya," jelasnya.

Safi'i menambahkan, suami korban bernama Amsir (50), sudah berangkat kerja pada saat kejadian.

"Suami korban mengatakan selama ini istrinya tidak pernah mengeluh sakit. Atas musibah ini, suami dan keluarga tidak akan menuntut siapa pun," tandasnya.

Sementara itu, Camat Mampang Prapatan Asril Rizal mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan untuk mengupayakan bantuan bagi keluarga almarhumah Novi.

"Kami beri bantuan secepatnya. Yang jelas agar kejadian seperti ini tidak terulang, kami mengimbau agar warga lebih waspada. Banjir bisa datang kapan saja karena saat ini masih terjadi cuaca ekstrem," jelasnya.

Ia menjelaskan, tinggal di dekat aliran sungai memang cukup berisiko, apalagi pada musim hujan.

"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban saat rumahnya terkena banjir. Karena itu kami juga terus imbau agar warga lebih waspada saat banjir " katanya.

Novi tewas dengan meninggalkan tiga anak atas nama Reyhan (8), Risma (5), dan Risya (8 bulan). Jenazah Novi telah dimakamkan usai shalat dzuhur di TPU Kober, Kelurahan Bangka.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon