Menhub: Rombongan Raja Saudi Tak Ganggu Layanan di Ngurah Rai

Kamis, 23 Februari 2017 | 13:41 WIB
TD
WP
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: WBP
Apron Bandara Ngurah Rai Bali dilihat dari atas Tower Bandara, Senin (1/8)
Apron Bandara Ngurah Rai Bali dilihat dari atas Tower Bandara, Senin (1/8) (Merdhy Pasaribu/Merdhy Pasaribu)

Jakarta- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan kedatangan rombongan besar Kerajaan Arab Saudi tidak akan mengganggu layanan operasional Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan Bandara Ngurah Rai, Bali. Dijadwalkan, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud akan membawa rombongan besar sebanyak 1.500 orang di Jakarta dan Bali pada 2-12 Maret 2017. Rombongan mencakup 29 penerbangan menggunakan sembilan pesawat di dua bandara tersebut.

Menurut Menhub, dengan pelayanan yang baik pada rombongan VVIP tersebut diharapkan tidak akan mengganggu operasional penerbangan sehari-hari.

"Kami akan menyambut dan melayani rombongan besar tamu negara, Yang Mulia Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi dengan baik sesuai standar dan prosedur operasi yang berlaku di penerbangan untuk tamu VVIP. Kami akan memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan rombongan VVIP tersebut selama di bandara," ujar Budi Karya dalam siaran pers, Kamis (23/2).

Terkait penyambutan itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemhub) akan mengeluarkan Notice to Airman (Notam) yang diperlukan untuk peringatan terhadap semua pihak yang terkait penerbangan di dua bandara tersebut. "Kami akan mengeluarkan notam secepatnya jika ada kegiatan terkait penerbangan VVIP dari Kerajaan Arab Saudi," ujar Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Agoes Soebagio.

Saat ini di Bandara Ngurah Rai Bali telah dibentuk pos koordinasi (posko) yang dikoordinasikan oleh TNI AU terkait kegiatan penyambutan rombongan VVIP. Posko beranggotakan PT Angkasa Pura I (pengelola bandara), AirNav Indonesia, TNI AU, Otoritas Bandar Udara (OBU) dan Kepolisian.

Selain itu, akan ada rekayasa parkir untuk pesawat-pesawat rombongan yang terdiri dari empat pesawat Boeing B747 seri 400 dan 200, 2 pesawat Boeing B777 dan 2 pesawat C-130 Hercules.

Menurut Agoes, pengaturan parkir pesawat tersebut perlu dilakukan karena sebagian besar berjenis badan besar (widebody). Dengan pengaturan parkir yang baik, diharapkan tidak mengganggu operasional sehari-hari pesawat di Bandara Ngurah Rai. "Dengan demikian keselamatan dan keamanan serta kenyamanan penerbangan penumpang reguler tetap terpenuhi dengan baik," kata dia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon