Basarnas Perkuat Fungsi Pencegahan Kecelakaan Kapal
Kamis, 23 Februari 2017 | 16:58 WIB
Jakarta - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Muhammad Syaugi, mengatakan, pihaknya akan turut serta dalam pencegahan kecelakaan transportasi laut. Pasalnya, selama ini peran Basarnas lebih banyak melaksanakan tindakan pencarian dan pertolongan korban setelah kecelakaan ataupun bencana alam terjadi.
"Belum ada fungsi pencegahan. Kami ingin berperan supaya tugas kami tidak hanya sebagai pemadam saja. Daripada memadamkan, lebih baik tidak ada kecelakaan sama sekali," kata Syaugi, di Jakarta, Kamis (23/2).
Menurutnya, penyelenggaraan SAR (search and rescue) sebetulnya bukan hanya tanggung jawab Basarnas, tetapi juga merupakan tugas bersama, termasuk dalam hal pencegahan kecelakaan transportasi laut. "Sehingga Negara bisa hadir dalam masyarakat," ujarnya.
Selain itu, Syaugi menekankan, personel Basarnas senantiasa siap siaga dalam menangani pertolongan kecelakaan dan hal tersebut adalah mutlak karena didasarkan pada peraturan perundang-undangan dan nilai-nilai kemanusiaan. "Misalnya, Senin kejadian maka harus sudah langsung turun hari itu juga," tegasnya.
Syaugi menyebutkan, ada empat aspek yang bisa menguatkan fungsi Basarnas, yaitu profesionalisme sumber daya manusia (SDM), peralatan yang memadai, ketersediaan standard operating procedure (SOP), serta kekompakkan.
Untuk itu, pihaknya terus meningkatkan kapasitas SAR aparatur, serta organisasi potensi SAR yang merupakan potensi yang strategis menjadi penguatan kepasitas melalui diklat pelatihan SAR.
"Simulasi pertolongan dan peningkatkan daya dukung SDM terus dilakukan, agar selalu siap siaga," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




