Kemdikbud: Olimpiade Sains Berbasis Proyek Perlu Diperbanyak
Minggu, 26 Februari 2017 | 14:55 WIB
Tangerang Selatan- Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Hamid Muhammad mengatakan olimpiade sains berbasis proyek harus diperbanyak.
"Olimpiade sains berbasis proyek memang tidak banyak, lebih banyak olimpiade berbasiskan teori. Untuk itu, kami meminta agar olimpiade seperti ini diperbanyak," ujar Hamid saat menutup Indonesia Science Project Olympiad (ISPO) di Tangerang Selatan, Minggu.
Mengingat jarangnya olimpiade berbasis proyek di Indonesia, maka pemenang olimpiade dari Indonesia amat jarang, atau hanya satu orang pada 2015. Kondisi itu berbeda dengan olimpiade berbasis teori di mana anak Indonesia banyak berprestasi di tingkat internasional. "Untuk ikut dalam olimpiade sains berbasis proyek ini membutuhkan kreativitas dan motivasi," kata dia.
Hamid berharap ke depan ISPO terus berlanjut serta standarnya ditingkatkan. "Harus ditingkatkan levelnya ke tingkat internasional. Kalau tidak seperti itu, tidak akan naik-naik," kata dia.
Direktur Sistem Riset dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemristekdikti Ira Nurhayati Djarot mengatakan pembangunan berdaya saing membutuhkan masyarakat ilmu pengetahuan.
"Pada 2030, kita akan mengalami bonus demografi dengan penduduk usia produktif lebih banyak. Jika tidak diisi dengan pendidikan dasar dan menengah yang baik, maka tidak akan membawa dampak positif," kata Ira.
Kemristekdikti sendiri, kata Ira, mempersiapkannya dengan menyelenggarakan pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan pembangunan nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




