Kuartal II, BRI Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

Jumat, 3 Maret 2017 | 10:31 WIB
DK
WP
Penulis: Devie Kania | Editor: WBP
Ilustrasi obligasi
Ilustrasi obligasi (Istimewa)

Jakarta– PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana menerbitkan obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB) II Tahap II pada pertengahan kuartal II-2017. Adapun, target dana yang dibidik minimal sebesar Rp 3 triliun

Direktur Keuangan dan Treasury BRI Haru Koesmahargyo mengatakan, perseroan memiliki sisa plafon PUB II sebesar Rp 15,4 triliun. Namun berdasarkan rencana di 2017, emiten berkode BBRI ini hanya akan menerbitkan obligasi sebesar 50 persen atau sekitar Rp 7,7 triliun dari sisa plafon tersebut.

Dari sisi waktu penerbitan, menurut dia, obligasi sekitar Rp 7,7 triliun itu akan dilakukan dua tahap, yakni pada semester I dan II-2017. "Pertengahan kuartal II mendatang, kami akan emisi Rp 3 triliun, tapi kalau ada permintaan lebih, perseroan bisa absorb. Proses bookbuilding-nya mulai Maret ini," ungkap Haru kepada Investor Daily, belum lama ini.

Dia mengatakan, BRI fokus mengincar investor domestik dibandingkan investor asing. Pasalnya, tutur Haru, nominal yang akan perseroan issue di kuartal dua tidak terlalu besar. BRI juga fokus dengan obligasi bermata uang rupiah. "Cuma sejauh ini, kami belum memilih penjamin pelaksana emisi. Jadi untuk info detailnya, tunggu dulu ya," ujar dia.

Pada Oktober 2016, bank pelat merah ini juga telah menawarkan PUB II Tahap I dengan target dana Rp 7 triliun. Namun usai masa penawaran berakhir, perseroan memutuskan menerbitkan PUB II Tahap I senilai Rp 4,6 triliun. Sehingga dari total plafon PUB II yang sebesar Rp 20 triliun, kini tersisa Rp 15,4 triliun.

PUB II Tahap I Tahun 2016 terdiri lima seri. Untuk seri A, yang sebesar Rp 616 miliar, tingkat bunga yang ditawarkan sebesar 7,25 persen dan jatuh tempo pada 6 Desember 2017. Seri B Rp 964 miliar dengan tingkat bunga 8 persen dan jatuh tempo pada 1 Desember 2019. Obligasi seri C sebesar Rp 193 miliar ditawarkan dengan tingkat bunga 8,20 persen dan memiliki tengat waktu sampai 1 Desember 2021. Sedangkan, obligasi seri D BRI tercatat sebesar Rp 477 miliar, tingkat bunga 8,65 persen dan jatuh tempo pada 1 Desember 2023. Sementara seri E mencapai Rp 2,35 triliun dengan tenor 10 tahun menawarkan tingkat bunga 8,90 persen.

Dana jangka panjang dari emisi obligasi, akan digunakan untuk menghindari ketidakcocokan antara tenor kredit yang diberikan dan sumber dana.

Sepanjang 2017 perseroan menargetkan pertumbuhan kredit 12-14 persen secara year on year (yoy). Sedangkan tahun 2016, membukukan kenaikan kredit sebesar 14,2 persen (yoy) menjadi Rp 663,42 triliun.

Seiring dengan ekspansi tahun ini, Haru menegaskan, perseroan tetap menjaga rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) dalam rentang 20-21 persen. Hal itu, dapat terlaksana dengan asumsi perseroan memberikan dividen sebesar 30 persen kepada pemegang saham atas laba tahun 2016 yang dibayarkan tahun ini.

Adapun sampai akhir 2016, laba setelah pajak emiten BRI tercatat Rp 26,23 triliun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon