Ayah Tiri dengan Sadar Aniaya Anak di Bogor
Selasa, 7 Maret 2017 | 16:47 WIB
Bogor - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendatangi Mapolres Bogor guna meninjau kasus penganiayaan menyebabkan kematian Kanja Isabel Putri (4) oleh ayah tirinya Joshi Jonatan (23).
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengapresiasi kinerja polisi yang telah cepat dan menangani serta menetapkan Joshi sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan anak.
Dalam tanya-jawab dengan tersangka, Arist mengaku sangat terkejut karena Joshi melakukan kekerasan dengan alasan untuk mendisplinkan anaknya tersebut.
"Secara kajiwaan tersangka ini cukup baik. Artinya, ketika melakukan penganiyaan terhadap anaknya, tersangka mengerti betul atau dalam kata lain sadar. Ini cukup mengejutkan kami," kata Arist, Selasa (7/3).
Lebih lanjut kata dia, berdasarkan data Komnas PA telah terjadi 139 kasus kekerasaan terhadap anak di Bogor dan sebagian besar kasus kekerasan anak merupakan kasus kejahatan seksual.
Aris pun meminta agar Pemerintah Daerah Bogor merespons cepat terkait kekerasan anak. Idealnya, kata dia, minimal setiap kampung atau desa di Bogor mempunyai penyuluh anak dan keluarga sehingga kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga minimal bisa terditeksi.
"Bogor ini masuk dalam zona merah terkait kekerasan anak, baik anak sebagai korban juga anak sebagai pelaku kejahatan," papar Arist.
Sementara, penyidikan kasus Kanja atau Caca terus dilakukan. Kasubag Humas Polres Bogor, Komisaris Ita Puspita Lena menjelaskan, hingga kini polisi masih memeriksa tersangka dan lima saksi lainnya, termasuk ibu korban.
"Ibunya mengetahui anaknya korban kekerasan suaminya iya. Tapi polisi belum menyimpulkan istrinya (DY) sebagai tersangka," kata Ita.
Ita menyebutkan, tindakan kekerasan yang dialami Caca berulang dan berjalan selama tiga bulan. Adapun usia pernikahan secara siri kedua orang tua Caca baru sembilan bulan.
"Sebelumnya mereka tinggal di Bandung dan sejak tiga bulan baru tinggal di Gunung Putri," tambah Ita.
Sebelumnya, Kanja Isabel Putri (4) warga Kampung Cikeas, Desa Nagrak, Kecamatan Gunugputri, Kabupaten Bogor meninggal dengan pendarahan otak, dagu sobek, juga luka lebam Jumat kemarin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




