Indonesia Raya Incorporated Sosialisasi ke Mahasiswa UAJY

Kamis, 9 Maret 2017 | 15:53 WIB
LK
B
Penulis: L Gora Kunjana | Editor: B1
AM Putut Prabantoro, Koordinator Gerakan Ekayastra Unmada-Semangat Satu Bangsa sekaligus pengagas IRI dalam kuliah umum yang digelar Prodi Ekonomi Pembangunan FE UAJY, Rabu 8 Maret 2017.
AM Putut Prabantoro, Koordinator Gerakan Ekayastra Unmada-Semangat Satu Bangsa sekaligus pengagas IRI dalam kuliah umum yang digelar Prodi Ekonomi Pembangunan FE UAJY, Rabu 8 Maret 2017.

YOGYAKARTA- Tak bisa dimungkiri, Indonesia yang sudah merdeka lebih dari 70 tahun hingga saat ini masih menghadapi berbagai permasalahan multidimensional. Masalah itu antara lain maraknya praktik korupsi, jual beli jabatan, isu tenaga kerja asing, sumber-sumber ekonomi yang dikuasai asing hingga kemiskinan. Akibatnya, kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia masih belum bisa terwujud sepenuhnya.

Konsep Indonesia Raya Incorporated (IRI) diyakini bisa menjawab berbagai persoalan tersebut. IRI merupakan perkawinan antara BUMN dan BUMD di sebuah sumber ekonomi dengan melibatkan penyertaan modal dari BUMD provinsi dan kabupaten seluruh Indonesia.

Demikian dikemukakan AM Putut Prabantoro, Koordinator Gerakan Ekayastra Unmada-Semangat Satu Bangsa sekaligus pengagas IRI dalam kuliah umum yang digelar Prodi Ekonomi Pembangunan FE UAJY bertajuk Indonesia Raya Incorporated "Perkawinan" BUMN dan BUMD di Ruang Seminar Lantai 2 Gedung Bonaventura UAJY, Rabu.

Dalam diskusi dengan mahasiswa yang dipandu ini adalah Dr Y Sri Susilo Msi, dosen UAJY, Putut memaparkan bagaimana konsep IRI mengejewantahkan pasal 33 UUD 1945 mengenai perekonomin yang disusun sebagai usaha bersama dan penguasaan negara yang sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

Munculnya gagasan IRI dijelaskan Putut lewat berbagai contoh isu dan kasus di negeri ini seperti halnya BUMN yang tidak bisa bebas dari kelompok kepentingan (Garuda Indonesia dan Pertamina), serikat pekerja di obyek vital seperti serikat pekerja Pertamina di Cilacap yang dapat melakukan aksi demo.

"Dengan IRI kedaulatan, keamanan, pertahanan, budaya, nilai, NKRI, dan demokrasi akan terjaga dan jadi pengikat semuanya. IRI akan memperkuat BUMN, seperti Pertamina, PLN, PAM, dan bank-bank nasional masing- masing akan terkelola secara transparan, fokus dan profesional sehingga akan mampu menjadi lokomotif-lokomotif ekonomi yang akan menarik gerbong – gerbong (BUMD) ekonomi daerah," ungkap pria kelahiran Palembang tersebut.

Putut juga menjelaskan bagaimana energi sebagai alat strategis pemersatu bangsa. Dalam argumennya, Putut menyampaikan bahwa semua aktivitas perekonomian (industri hulu dan hilir) dikendalikan oleh energi oleh karena itu sesuai pasal 33 UUD 1945, sumber energi harus dikuasai oleh negara (pusat dan daerah) untuk kemakmuran sebesar-besarnya demi rakyat Indonesia.

"Energi adalah roda pemutar ekonomi maka energi harus diawasi," jelas Putut seraya meminta mahasiswa untuk kritis terhadap apa yang terjadi di masyarakat agar kelak bisa menjadi pemimpin yang mampu menyejahterakan rakyatnya.

"Masa depan Indonesia ditentukan oleh Anda," pungkas Putut Prabantoro. (gor)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon