Bupati Sumenep Setuju Pemekaran Wilayah
Minggu, 12 Maret 2017 | 09:22 WIB
Pamekasan- Bupati Sumenep, Jawa Timur, A Busro Karim setuju wilayahnya dimekarkan untuk memenuhi kebutuhan minimal jumlah kabupaten sebagai prasyarat pembentukan Provinsi Madura.
"Saya ini kan dipilih oleh rakyat, tidak etis jika rakyat saya menginkan agar Sumenep dimekarkan lalu saya menolak," katanya di sela-sela pembukaan seminar "Madura Menjadi Provinsi" di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Madura, Sabtu (11/3) malam.
Pemekaran Kabupaten Sumenep merupakan salah satu wacana yang berkembang dalam berbagai diskusi dan kajian ilmiah yang digelar kelompok masyarakat di Pulau Garam. Rencananya, kabupaten paling timur di Pulau Madura ini akan dibagi menjadi Kabupaten Sumenep seperti nama saat ini dan kabupaten kepulauan. Konsekuensinya, Sumenep akan kehilangan sumber minyak dan gas bumi yang ada di kepulauan. "Ya kalau sudah pisah, tentu kita tidak akan bicara soal migas lagi," kata Busro Karim.
Seminar Nasional bertema "Madura Menjadi Provinsi" dibuka oleh Kepala Bakorwil IV Pamekasan Azhar mewakil Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Seminarnya sendiri dilaksanakan pada Minggu (12/3) pukul 08.00 WIB. "Seminar kali ini hanya untuk menyamakan persepsi, antara masing-masing kabupaten yang ada di Madura," katanya.
Seminar menghadirkan narasumber pakar hukum Tata Negara Machfud, pakar ekonomi Didik J Rachbini, pakar sosial politik Siti Zuhro, dan Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan DPOP Ditjen Otonomi Daerah Safrizal ZA.
Seminar "Madura Menjadi Provinsi" ini diikuti oleh bupati, wakil bupati, ketua DPRD, ketua komisi dan fraksi, akademisi, tokoh masyarakat dan pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Madura.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




