Munas Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Kebangkitan Pancasila adalah Keharusan

Kamis, 16 Maret 2017 | 01:46 WIB
LK
B
Penulis: L Gora Kunjana | Editor: B1
Presidium Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) beraudiensi dengan Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo, di Kantor Lemhannas, Jakarta, Selasa 14 Maret 2017.
Presidium Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) beraudiensi dengan Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo, di Kantor Lemhannas, Jakarta, Selasa 14 Maret 2017.

Jakarta- Sebagai bangsa Indonesia, roh Pancasila harus dimiliki oleh setiap insan manusia Indonesia. Sikap atas Pancasila sebagai idiologi dan falsafah hidup harus terus dihidupkan mengingat sejak reformasi, Pancasila cenderung dilemahkan. Indonesia tanpa Pancasila sama saja dengan kehancuran. Ikatan erat antar suku, agama, keyakinan, rasa tau kelompok ada di Pancasila. Oleh karena itu kebangkitan Pancasila adalah sebuah keharusan.

Demikian dikemukakan Ketua Umum Presidium Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Muliawan Margadana usai menghadap Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo di Kantor Gubernur Lemhannas, Selasa (14/3).

"Pancasila adalah nilai luhur dan sekaligus idiologi Bangsa Indonesia yang tidak boleh ditawar oleh siapapun yang mengaku sebagai warganegara Indonesia. Dalam konteks itu, pada akhirnya Pancasila harus menjadi spirit dan way of life dari bangsa serta negara Indonesia," ujar Muliawan.

Muliawan menghadap Gubernur Lemhannas meminta Agus Widjojo untuk menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) ISKA yang akan berlangsung di Medan, Sumut pada 24 – 26 Maret 2017.

Gubernur Lemhannas, Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo pun memastikan diri akan menjadi pembicara dengan thema "Ketahanan Idiologi Dalam Menghadapi Bahaya Radikalisme Dan Globalisasi" yang dianggap sangat relevan dengan situasi Indonesia pada saat ini.

Muliawan menghadap Gubernur Lemhannas didampingi Presidium ISKA Hargo M, AM Putut Prabantoro, Prasetyo Nurhardjanto, yang juga alumnus Lemhannas PPRA Angkatan L dan Ketua DPD ISKA Sumut Hendrik Sitompul, yang juga alumnus Lemhannas PPRA Angkatan LII.

Dijelaskan oleh Muliawan bahwa, ISKA mengambil thema " Revitalisasi Peradaban Pancasila Menuju Seabad Indonesia" dalam Munas 2017 ini. Harapan ISKA dengan mengambil thema itu adalah bangkit kembali ketahanan idiologi yang pernah dirasakan bangsa Indonesia pada masa lalu.

"Perilaku bangsa Indonesia terletak di Pancasila dari pasal satu hingga lima. Setiap sila tidak boleh dilihat secara terpisah tetapi harus bersamaan sekaligus. Pelemahan atas sila yang satu akan menodai sila yang lain secara bersamaan," urai Muliawan.

Oleh karena itu, menurut Muliawan, ISKA ingin bekerjasama dengan Lemhannas di masa mendatang untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan ketahanan idiologi melalui berbagai kegiatan. Para cendekiawan ISKA juga akan aktif menyumbangkan gagasan atau pikiran agar Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Sementara itu, Hendrik menegaskan bahwa Munas ISKA kali ini memang dipersiapkan dengan melihat satu titik yakni Kebangkitan (revitalisasi) Pancasila. Semua ormas di Indonesia seharusnya melihat kondisi politik di Indonesia kali ini sebagai momentum untuk kebangkitan Pancasila. Melemahnya pemahaman dan pengamalan Pancasila akan berdampak pada lepasnya ikatan kebangsaan dalam wadah NKRI.

"Dari Medan Sumut, ISKA ingin mengajak seluruh ormas dan bangsa Indonesia untuk bersama-sama membangun kembali ketahanan idiologi yakni Pancasila. Dan, kami berharap suara dari Medan cukup keras terdengar sampai di Merauke," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon