Tahun ini, DKI Akan Punya Enam Masjid Raya

Rabu, 29 Maret 2017 | 11:31 WIB
LT
YD
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: YUD
Calon wakil gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat melakukan ibadah salat Jumat di Masjid Cut Meutia, Jalan Taman Cut Meutia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (24/3). Djarot bertemu dengan beberapa beberapa petinggi Partai Golkar, seperti Sekretaris Jenderal DPP  Partai Golkar Idrus Marham dan Ketua DPP Bakomubin (Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia) Ali Mochtar Ngabalin serta anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Ashraf Ali.
Calon wakil gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat melakukan ibadah salat Jumat di Masjid Cut Meutia, Jalan Taman Cut Meutia, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (24/3). Djarot bertemu dengan beberapa beberapa petinggi Partai Golkar, seperti Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham dan Ketua DPP Bakomubin (Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia) Ali Mochtar Ngabalin serta anggota DPRD DKI Fraksi Golkar Ashraf Ali. (Lenny Tristia Tambun )

Jakarta - Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat menyatakan setiap wilayah di DKI Jakarta akan memiliki satu masjid Raya. Tahun ini, enam masjid raya di enam wilayah DKI Jakarta akan berdiri dengan megah sebagai tempat ibadah bagi Umat Muslim di Jakarta.

Menurut Djarot, rencana satu masjid raya di satu wilayah kotamadya atau kabupaten di Jakarta merupakan ide dari Ahok sendiri. Karena Ahok menginginkan Jakarta memiliki masjid besar yang dapat menampung jamaah dalam jumlah banyak untuk melaksanakan ibadahnya.

Tidak hanya itu, masjid raya ini bisa menjadi pusat kegiatan pengembangan agama Islam di Jakarta. Sehingga umat Muslim, tidak perlu susah payah mencari tempat bila ingin melakukan kegiatan rohani Islam.

"Kita perlu gaungkan Islam di Indonesia ini, terutama di Jakarta, yaitu Islam nusantara yang berkemajuan," kata Djarot seusai menghadiri tabligh akbar Habib Ali, Cucu Mbah Priok di Jalan Bugis, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Selasa (28/3) malam.

Mantan Wali Kota Blitar ini menegaskan Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Ahok dan Djarot terus berupaya mengembangkan ajaran Islam di Jakarta. Terbukti ketika Ahok telah menetapkan Makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara menjadi bangunan Cagar Budaya dan kawasan wisata religi Islam.

"Kemarin saya bersyukur betul, bahwa makam Mbah Priok dijadikan Cagar Budaya oleh Pemprov DKI. Pada saat itu akn dibangun masjid Mbah Priok yang megah. Ini di Jakarta Utara. Dan bisa jadi salah satu wisata religi dimana semua bisa masuk kesana dengan masjid yang indah," terangnya.

Karena itu, Djarot memberikan apresiasi kepada Pelindo II yang telah bersedia melepaskan lahan dan menerbitkan surat ke Yayasan makam Mbah Priok. Sehingga kawasan tersebut bisa dijadikan cagar budaya dan wisata religi.

"Alhamdulillah Pelindo II bersedia melepaskan dan menerbitkan surat ke yayasan. Supaya bisa lestari makam dan masjid yang indah. Desain sudah selesai. Dalam waktu dekat akan ada peletakan batu pertama," ujarnya.

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid di Makam Mbah Priok ini kemungkinan besar akan bersamaan dengan peresmian Masjid Raya Hasyim Asy’ari di Daan Mogot, Jakarta Barat. Masjid Raya yang dinamakan berdasarkan nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Haji Hasyim Asy’ari.

"Mungkin berbarengan dengan peresmian Masjid Raya di Jakarta Barat yang sudah dinamakan Masjid Raya Hasyim Asy’ari yang akan diresmikan oleh Pak Jokowi," paparnya.

Untuk ide pembangunan masjid raya pertama di Daan Mogot muncul dari Jokowi sewaktu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ide itu muncul saat perayaan Idul Adha tahun 2012.

Konstruksi Masjid Raya Jakarta telah dibangun sejak Maret 2016 yang dibangun diatas lahan seluas 12,8 hektar.

Masjid ini merupakan masjid raya pertama milik Pemprov DKI. Keberadaan Masjid Raya Jakarta juga melengkapi masjid besar yang sudah ada di wilayah Jakarta lainnya, seperti Masjid Istiqlal dan Masjid Sunda Kelapa.

Meskipun demikian, dua masjid tersebut bukan milik Pemprov DKI. Nantinya, Masjid Raya Jakarta dapat menampung 12.500 anggota jemaah. Adapun biaya pembangunan masjid ini mencapai Rp 164 miliar.

Selanjutnya, Ahok dan Djarot akan membangun Masjid Raya di wilayah Jakarta Selatan dan Timur. Untuk Jakarta Selatan, akan diusulkan nama Masjid Raya Ahmad Dahlan dan di Jakarta Timur akan dinamakan Masjid Raya Haji Omar Sahid (HOS) Cokroaminoto.

Kedua nama masjid ini diusulkan oleh cucu KH Hasyim Asy’ari sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang Sollahudin Wahid atau Gus Sholah saat Djarot mendatangi rumahnya pada, Rabu (22/3).

Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Seribu, telah memiliki masjid besar yang dapat dijadikan sebagai masjid raya.

"Jadi lengkap lah sudah. Jakarta Utara punya Jakarta Islamic Center dan Masjid besar di Makam Mbah Priok, Jakarta Barat punya Masjid Raya Hasyim Asy’ari, Jakarta Pusat punya Masjid Istiqlal, Kepulauan Seribu sudah punya masjid besar, Jakarta Selatan akan punya Masjid Ahmad Dahlan dan Jakarta Timur akan punya Masjid HOS Cokroaminoto," terangnya.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Masjid Raya Hasyim Asy’ari selain digunakan sebagai tempat beribadah, juga akan dijadikan sebagai kantor Dewan Masjid Indonesia.

Tidak hanya itu, Masjid Raya juga bisa menjadi tempat penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Quran (STQ).

"Tidak hanya itu, kami yakin kalau Jakarta menjadi tuan rumah MTQ dan STQ, bisa dikumpulkan disini. Karena bisa menampung 12.500 jamaah," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon