Ghost in the Shell

Pertarungan si Robot Cantik

Kamis, 30 Maret 2017 | 12:56 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
 Scarlett Johansson tampil dalam film
Scarlett Johansson tampil dalam film "Ghost in the Shell" (istimewa)

Jakarta - Ghost in the Shell adalah sebuah film yang disutradarai oleh Rupert Sanders. Film ini diadaptasi dari manga karya Masamune Shirow dan anime (1989) berjudul sama yang bergenre kriminal dan action. Film ini menceritakan tentang kehidupan di masa depan, ketika teknologi dan manusia tidak memiliki batas lagi.

Dengan latar di kota fiksi Niihama atau New Port City pada abad 21, cerita film ini berpusat pada Major Motoko Kusanagi yang dibintangi oleh Scarlett Johansson. Major adalah unit cyborg sekaligus master hacker yang memimpin pasukan elit Public Section 9. Tim ini bekerja untuk Hanka Robotics dan berupaya menghentikan tindak kejahatan terorisme yang mengancam kotanya.

Ketika tingkat kejahatan terorisme meningkat, robot cantik hasil ekperimen yang diciptakan dengan mengkombinasikan jiwa manusia dengan teknologi canggih ini pun berusaha mencari jalan keluar untuk menghentikan kekacauan tersebut. Meskipun berbahaya, ia tetap menghubungkan dirinya dengan robot Geisha yang dimanfaatkan oleh penjahat untuk mencari siapakah dalang dibalik semua kekacauan tersebut.

Berbeda dengan tokoh Major dalam anime yang cukup misterius akan masa lalunya. Film yang ditayangkan pada 31 Maret 2017 ini, tidak hanya menampilkan kisah heroik yang dimiliki Major. Film ini juga banyak menceritakan tentang kehidupan pribadi Major sebelum ia diubah menjadi seorang robot yang cerdas.

Meskipun akting Scarlett Johansson sudah dinilai baik, namun wajah yang Asia yang dimiliki Mayor belum terasa sempurna. Pasalnya, menurut situs Screen Crush, sebuah tes dilakukan oleh Paramount Pictures untuk membuat adaptasi tokoh utama dalam live-action "Ghost in the Shell" lebih mirip anime. Mereka dikabarkan akan menggunakan efek visual untuk mengubah ras dari Scarlett Johansson yang akan memerankan "Motoko Kusanagi" dalam film tersebut. Hal ini dilakukan supaya sang aktris, yang jelas-jelas bukan orang Asia terlihat ‘lebih Asia’.

Oleh karena itu, film ini mendapatkan beberapa kecaman yang dilontarkan oleh netizen. Mereka mengatakan bahwa masih banyak aktris asal Asia yang lebih baik dari Johansson. Namun, nama mereka kalah dengan kepopuleran yang dimiliki aktris berkewarganegaraan ganda Amerika dan Denmark itu.

Selain Scarlett Johansson, film berdurasi 120 menit ini juga akan dibintangi oleh Pilou Asbæk sebagai Batou, Takeshi Kitano sebagai Chief Daisuke Aramaki, Juliette Binoche sebagai Dr. Ouélet, Michael Pitt sebagai Kuze, Chin Han sebagai Togusa, dan Lasarus Ratuere sebagai Ishikawa.







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon