Pelebaran Jalan, Simpang Pancoran Ditutup

Sabtu, 8 April 2017 | 11:43 WIB
BM
JS
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: JAS
Sejumlah kendaraan roda empat melintas di ruas jalan Tol Dalam Kota ketika diberlakukan uji coba
Sejumlah kendaraan roda empat melintas di ruas jalan Tol Dalam Kota ketika diberlakukan uji coba "contra flow" atau lawan arus di kawasan Mampang, Jakarta, 13 Februari 2017. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan uji coba pemberlakuan rekayasa arus lalu lintas "contra flow" di Jalan Tol Cawang arah ke Senayan KM 01.700 sampai KM 08.100 mulai 13-17 Februari 2017 dari pukul 06.00-09.00 WIB sehubungan telah dimulainya pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) dan "Fly Over" Pancoran di Jalan MT Haryono, Jakarta. (BeritaSatu Photo/Widodo S Jusuf)

Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, memberlakukan penutupan jalan di Simpang Pancoran sisi selatan, timur, dan barat, tepatnya di depan Markas Besar Angkatan Udara (MBAU), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Penutupan jalan dilakukan selama empat hari, pada pukul 23.00 WIB sampai dengan 04.00 WIB, terkait pelebaran jalan pembangunan proyek fly over Pancoran.

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, penutupan Simpang Pancoran sisi Selatan, Timur, Barat dilakukan dalam rangka pelebaran jalan untuk mengatasi kemacetan dan mempercepat pembangunan proyek fly over Pancoran.

"Sesuai hasil rapat para stakeholder bahwa penutupan akan dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 7 April sampai dengan 10 April 2017, pukul 23.00 WIB sampai dengan 04.00 WIB," ujar Budiyanto kepada Beritasatu.com, Sabtu (8/4).

Dikatakannya, perlu adanya penambahan lajur jalan di lokasi. Sebab, pembangunan fly over dengan panjang sekitar 800 meter dan lebar 9 meter itu berdampak berkurangnya tiga lajur jalan, sehingga membuat kemacetan arus lalu lintas.

"Dengan catatan, pada saat proses penutupan harus ada langkah-langkah sosialisasi, pemasangan rambu-rambu portable, lampu penerangan, penjagaan petugas, dan adanya alternatif alih arus lalu lintas," ungkapnya.

Ia menyampaikan, kendaraan yang melintas akan dialihkan melalui Jalan Casablanca atau Manggarai, Jalan Sultan Agung, dan seterusnya. Selain itu ke arah Pasar Minggu.

"Selama pelaksanaan akan dilakukan evaluasi mengingat pembangunan proyek tersebut berjalan kurang lebih 1 tahun," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisna mengatakan, untuk meminimalkan kemacetan, pihak kontraktor pelaksana PT Nindya Karya membuat pelebaran jalan atau detour agar dapat menampung lebih banyak arus lalu lintas yang melintas.

"Pelebaran jalannya bervariasi sekitar tiga sampai dengan empat meter bergantung pada kondisi di lapangan. Saat ini, sudah mulai dilebarkan," jelasnya.

Ia menambahkan, guna mengatasi kemacetan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Polri, dan instansi terkait lainnya.

"Untuk mengatasi kemacetan kita berkoordinasi dengan Dishub dan instansi terkait lainnya seperti kepolisian," katanya.

Menyoal bagaimana perkembangan pembangunan fly over, Hananto menuturkan, saat ini sedang proses pekerjaan struktur bawah.

"Sedang pekerjaan struktur bawah yaitu pengeboran tanah untuk pembuatan fondasi bored pile dan pek pile cap. Ditargetkan selesai di akhir 2017," tandasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon