Langgar Tata Tertib, Ira Kusno Minta Pendukung Keluar Ruangan

Rabu, 12 April 2017 | 21:33 WIB
LT
YD
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: YUD
Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, bersiap mengikuti debat yang di pandu Ira koesno (kiri), di Bidakara, Jakarta, 12 April 2017. Debat Pilkada DKI putaran kedua ini mengambil tema
Kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat serta pasangan kandidat nomor urut 3, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, bersiap mengikuti debat yang di pandu Ira koesno (kiri), di Bidakara, Jakarta, 12 April 2017. Debat Pilkada DKI putaran kedua ini mengambil tema "Dari Masyarakat untuk Jakarta". Persoalan yang diungkap meliputi kesenjangan dan keadilan sosial, penegakan hukum, dan bonus demografi. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Selama dua segmen Debat Kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 berlangsung, moderator Ira Kusno melihat masih banyak pendukung kedua pasangan calon yang melanggar tata tertib. Kemudian seusai segmen kedua, saat jeda iklan, terlihat calon wakil gubernur DKI nomor urut tiga, Sandiaga Uno menghampiri Ira Kusno.

Terlihat wajah Sandiaga yang terlihat sedang protes terhadap Ira. Sandiaga menunjuk kearah tempat duduk kedua pendukung, baik pendukung paslon nomor urut dua maupun nomor urut tiga.

Tak lama kemudian, Sandiaga berjalan cepat menuju belakang panggung. Lalu, calon gubernur DKI nomor urut tiga, Anies Baswedan juga menghampiri Ira dan terlibat pembicaraan.

Seusai berbicara dengan Anies, Ira meminta kepada floor director masing-masing stasiun televisi penyelenggara untuk mengawasi para pendukung dari kedua belah pihak. Bila ada yang melanggar tata tertib seperti berteriak, berseru atau bertepuk tangan saat segmen berlangsung, langsung dicatat dan diminta untuk keluar.

"Saya minta floor director untuk mencatat orang tersebut dan mengeluarkan segera dari venue," tegas Ira di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4).

Kembali, Ira menegaskan komitmen para pendukung agar bisa mematuhi peraturan tata tertib yang sudah disampaikan di awal acara. Salah satu paslon menjelaskan dan belum selesai tidak boleh ada sorak-sorai dan tepuk tangan.

"Kami minta komitmen bapak ibu saudara yang ada disini, karena sudah ada protes yang diajukan oleh kedua paslon," kata Ira.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon