Timses Ajak Warga Bersatu Bangun Jakarta Pasca-Pilkada
Kamis, 13 April 2017 | 00:10 WIB
Jakarta - Tim sukses (timses) pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mengajak masyarakat yang terbelah-belah dan berbeda pendapat dapat bersatu membangun Ibu Kota, pasca-Pilkada DKI Jakarta. Siapa pun pemenangnya, Jakarta harus dibangun bersama.
"Jadi pertama yang harus kita sadari bahwa kita ini sudah menjadi sebuah grup-grup yang berbeda. Dalam teori in grup dan out grup, kita sudah menjadi grup Ahok-Djarot dan sebelah menjadi grup Anies-Sandi," ujar Timses Basuki-Djarot, Lathifa Anshori, dalam acara nonton bareng debat kandidat yang digelar Beritasatu News Chanel, di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (12/4) malam.
Setelah Pilkada usai, kata Lathifa, semua pihak harus membuka diri untuk bersama-sama membangun Jakarta. "Yang harus kita sadari bersama-sama adalah kita harus membuka diri, membuka pikiran dan membuka hati," ungkapnya.
Timses Basuki-Djarot lainnya, Nico Siahaan, menambahkan, pasangan nomor urut dua sudah berpengalaman bertarung di Pilkada. Ketika terpilih menjadi pemimpin mereka mengajak semua pihak untuk sama-sama membuat program.
"Sama-sama membuat program dan merangkul pihak lain. Kalau menang atau kalah, kami sudah sering melakukan pilkada. Menang ada, kalah pun ada. Jadi kami sudah terbiasa untuk bertarung. Kalau kalah di sini, ada 5 tahun lagi," katanya.
Menurutnya, siapa pun pemenang dan yang kalah harus menghargai kehidupan berbeda pendapat dan berdemokrasi. "Sehingga walau pun kita mendukung atau berbeda pendapat, melakukan kritik tetap harus berjalan," jelasnya.
Ia menegaskan, siapa pun pemenangnya, masyarakat harus bersatu kembali membangun Jakarta. "Kita bikin program sama-sama, berkumpul lagi. Saya yakin warga Jakarta yang sekarang terbelah bisa bergabung lagi setelah 19 April," katanya.
Sementara itu, Timses Anies-Sandi, Rahayu Saraswati, menuturkan, sejak awal pihaknya sudah memberikan pesan dan membuka diri berdialog kepada semua lapisan masyarakat.
"Ya, mungkin memang ada beberapa yang tidak setuju. Tapi kita melakukan itu untuk apa? Agar kita bisa memberikan satu pesan bahwa kita harus membangun Jakarta bukan hanya dari orang-orang yang kita sukai saja, tetapi dengan orang berbeda pendapat dengan kita," ucapnya.
Ia menegaskan, sejak awal Anies-Sandi memberikan pesan maju bersama, salam bersama. "Karena apa, setelah nanti 19 April kita harus membangun Jakarta bersama-sama," tambahnya.
Menyoal bagaimana menyatukan masyarakat yang terbelah, Rahayu menuturkan, bergantung juga dari kedewasaan pemilih Jakarta.
"Yang kita lakukan memberikan contoh dengan merangkul, dari kita sendiri, timses dari kedua belah pihak siapa pun yang menang akan menjadi orang yang terbuka, siapa pun yang kalah dengan kedewasaan menerima kekalahan, dan juga memberikan masukan kepada pemenang," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




