Anak yang Tertekan di Rumah Berpotensi Jadi Pelaku atau Korban Kejahatan Seksual
Kamis, 13 April 2017 | 22:01 WIB
Jakarta – Ayah, ibu, janganlah membuat anak tertekan di rumah. Limpahkanlah anak dengan perhatian dan kasih sayang. Berikan juga anak kebebasan dan jangan lah menjadi orang tua penuntut. Faktanya, anak yang tertekan di rumah berpotensi menjadi pelaku atau korban kejahatan seksual.
"Pelaku atau korban kejahatan seksual itu kebanyakan adalah anak-anak yang tertekan di rumah. Mirisnya, sudah tertekan di rumah, di sekolah juga tertekan. Akibatnya, anak tidak punya cara pelepasan gejolak emosinya. Dalam jangka panjang, di masa depan anak ini akan mencari cara pelepasan dengan melakukan kekerasan seksual," kata Dhanang Sasongko, dirrektur Paud Institute kepada Investor Daily di sela seminar Cegah Tindak Kekerasan pada Anak yang digelar Mal Pacific Place Jakarta di Jakarta.
Hal sebaliknya juga bisa terjadi. "Anak yang tertekan di rumah dan sekolah, cenderung tidak percaya diri dan menutup diri sehingga mudah menjadi korban kekerasan seksual," jelas Dhanang.
Dhanang berpesan kepada orang tua, agar tidak menjadi orang tua penuntut kepada anak-ananya. "Jangan selalu menuntut anak. Beri anak kebebasan tapi juga ajarkan bertanggung jawab. Limpahkan anak dengan perhatian dan kasih sayang supaya anak-anak tumbuh dengan jiwa yang sehat," pinta Dhanang.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait meminta agar masyarakat bergotong-royong memutus mata rantai kekerasan pada anak. Diantaranya adalah memberikan perhatian dan kaish sayang kepada anak, serta memberikan perlindungan anak di tingkat rumah, sekolah, desa, hingga kota. "Kalau itu tidak dilakukan, Indonesia akan diisi oleh generasi yang rusak," kata Arist.
Memutus mata rantai kekerasan pada anak juga didukung penuh oleh Mal Pacific Place Jakarta. "Risiko terjadi kejahatan seksual bisa terjadi di mana saja, mulai dari rumah hingga ruang public, karena itu kami mengedukasi para orang tua dan guru-guru Paud untuk sama-sama memutus mata rantai kejahatan seksual, salah satunya dengan meningkatkan pengawasan kepada anak-anak," kata Ishak A Muin, VP Operation Support Service Pacific Place Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




