Lepas Cinemaxx, Bolt Sumber Pendapatan Utama First Media

Sabtu, 22 April 2017 | 10:12 WIB
LO
B
Penulis: Lona Olavia | Editor: B1
Irwan Djaja.
Irwan Djaja. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Jakarta- PT First Media Tbk (KBLV) menargetkan pendapatan perseroan di tahun ini bisa tumbuh 15 persen. Ada pun pendapatan First Media pada tahun 2016 sebesar Rp 1,30 triliun atau naik dibandingkan pendapatan pada tahun sebelumnya yakni Rp 1,06 triliun. Divestasi Cinemaxx akhir tahun lalu pun diyakini tidak akan menggerus pendapatan perseroan, pasalnya kontribusi itu akan digantikan oleh pendapatan Bolt yang tahun ini akan naik cukup signifikan.

Wakil Presiden Direktur First Media Irwan Djaja mengakui, Cinemaxx sempat jadi anak perusahaan dengan kontribusi pendapatan terbesar kedua. Namun, perkembangan teknologi informasi yang cukup pesat dan juga kebutuhan tinggi akan internet broadband services diyakini akan mampu mengompensasi pendapatan jaringan bioskop tersebut.

"Bolt ke depannya akan menjadi kontributor utama, didukung First Media dan konten. Total pertumbuhannya berkisar di 15 persen," ujarnya usai RUPST di Jakarta, Jumat (21/4).

Presiden Direktur First Media Ali Chendra menargetkan, pendapatan Bolt ke First Media bisa meningkat dari 70 persen menjadi 80 persen di tahun ini. Kenaikan itu didukung oleh pertumbuhan jumlah pelanggan Bolt menjadi 2,3 juta dari sebelumnya 1,7 juta.

Hal ini seiring diluncurkannya produk-produk baru dan penguatan jaringan di wilayah Jabodetabek dan Medan melalui penambahan 300-450 BTS dari total kepemilikan sebanyak 3.800 BTS. "Tahun ini penambahan BTS tidak terlalu banyak karena di Jabodetabek kita punya BTS yang terbanyak," imbuhnya.

Terkait Cinemaxx, menurutnya, sudah dilepas perusahaan melalui proses divestasi pada akhir 2016. Kepemilikan perusahaan di Cinemaxx pun sudah nol persen mulai awal 2017.

"Awal 2017 bukan bagian First Media, kita lihat Cinemaxx ini secara alamiah masuk sisi infrastruktur, melekat di properti yang akan dijadikan bioskop. Sehingga, kita divestasi, sudah bukan bagian anak usaha First Media ke depan," katanya.

Saat ini, First Media pun optimistis bisa tetap melaju dengan Bolt. Di mana, untuk mengejar target pendapatan tersebut, perseroan mengalokasikan 80 persen dari belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini ke Bolt.

"Capex 2017 sebesar Rp 500 miliar dan sebagian besar 85 persen untuk pengembangan 4G LTE Bolt, lainnya buat di anak usaha lainnya," sebutnya.

Dana capex, sambung Ali, akan berasal dari kombinasi internal kas, pinjaman perbankan, maupun pasar modal.

Dari pasar modal, disebutkannya, proses pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) Bolt masih dalam pertimbangan. Pasalnya, perseroan akan lebih fokus untuk membesarkan ukuran Bolt terlebih dahulu.

"IPO tentunya kita senantiasa observasi waktu yang tepat masuk ke market. Kepentingan utama fokus kembangkan economic of scale Bolt, kalau size sudah signifikan baru kita akses kemungkinan itu," ungkapnya. 





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon