Bocah Sukabumi Dinyatakan Sembuh dari Kecanduan Rokok
Minggu, 15 April 2012 | 21:35 WIB
Pada tanggal 19 April nanti akan dilakukan serah terima Ilham dari Komnas Anak kepada Pemerintah Daerah Sukabumi.
Bocah delapan tahun asal Sukabumi, Jawa Barat, Ilham, dinyatakan pulih dari kecanduan merokok setelah menjalani terapi selama satu bulan.
Arist Merdeka Sirait, ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mengatakan bahwa Ilham, yang sudah kecanduan rokok sejak empat tahun lalu itu sudah menjalani terapi medis dan emosional.
"Terus terang terapi untuk Ilham sulit sekali karena dia sudah kecanduan sudah cukup lama dan sudah terjadi perubahan perilaku serius, namun dia belum pulih 100 persen, masih harus hati-hati," ujar Arist, hari ini.
Menurutnya, saat mengalami gelaja sakaw (ketagihan berat), Ilham akan berlaku sangat kasar dan agresif. Ia bahkan sering mebentur-benturkan kepalanya ke tembok jika keinginannya untuk merokok tidak terpenuhi.
"Ia bahkan sudah mencoba melarikan diri sebanyak lima kali," ujar Arist.
Menurutnya setelah menjalani terapi dan konseling psikologis, Ilham sudah jauh lebih membaik. Ia sudah tidak merokok sama sekali, berat badannya naik sebanyak delapan kilo karena ia akhirnya mau makan, dan terjadi perubahan perilaku yang sangat posisitf.
"Ilham sekarang jauh lebih sopan dan tidak agresif lagi, dulu karena banyak merokok ia tidak mau makan, hanya mau rokok dan kopi," kata Arist.
Pada tanggal 19 April nanti akan dilakukan serah terima Ilham dari Komnas Anak kepada Pemerintah Daerah Sukabumi.
"Yang kami khawatirkan adalah jika dikembalikan ke lingkungan yang tidak kondusif, Ilham bisa saja kecanduan lagi," katanya.
Untuk itu, Komnas Anak sudah meminta Pemda Sukabumi untuk melakukan sterilisasi kampung di tempat tinggal Ilham, dengan meminta keluarga dan tetangga untuk tidak merokok.
"Jika lingkungan tidak mendukung orang tua Ilham berencana mengungsikannya ke Pesantren yang bebas rokok, karena Ilham masih sangat labil," katanya lagi.
Bocah delapan tahun asal Sukabumi, Jawa Barat, Ilham, dinyatakan pulih dari kecanduan merokok setelah menjalani terapi selama satu bulan.
Arist Merdeka Sirait, ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mengatakan bahwa Ilham, yang sudah kecanduan rokok sejak empat tahun lalu itu sudah menjalani terapi medis dan emosional.
"Terus terang terapi untuk Ilham sulit sekali karena dia sudah kecanduan sudah cukup lama dan sudah terjadi perubahan perilaku serius, namun dia belum pulih 100 persen, masih harus hati-hati," ujar Arist, hari ini.
Menurutnya, saat mengalami gelaja sakaw (ketagihan berat), Ilham akan berlaku sangat kasar dan agresif. Ia bahkan sering mebentur-benturkan kepalanya ke tembok jika keinginannya untuk merokok tidak terpenuhi.
"Ia bahkan sudah mencoba melarikan diri sebanyak lima kali," ujar Arist.
Menurutnya setelah menjalani terapi dan konseling psikologis, Ilham sudah jauh lebih membaik. Ia sudah tidak merokok sama sekali, berat badannya naik sebanyak delapan kilo karena ia akhirnya mau makan, dan terjadi perubahan perilaku yang sangat posisitf.
"Ilham sekarang jauh lebih sopan dan tidak agresif lagi, dulu karena banyak merokok ia tidak mau makan, hanya mau rokok dan kopi," kata Arist.
Pada tanggal 19 April nanti akan dilakukan serah terima Ilham dari Komnas Anak kepada Pemerintah Daerah Sukabumi.
"Yang kami khawatirkan adalah jika dikembalikan ke lingkungan yang tidak kondusif, Ilham bisa saja kecanduan lagi," katanya.
Untuk itu, Komnas Anak sudah meminta Pemda Sukabumi untuk melakukan sterilisasi kampung di tempat tinggal Ilham, dengan meminta keluarga dan tetangga untuk tidak merokok.
"Jika lingkungan tidak mendukung orang tua Ilham berencana mengungsikannya ke Pesantren yang bebas rokok, karena Ilham masih sangat labil," katanya lagi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




