President University Fokus Perkuat Riset

Rabu, 26 April 2017 | 00:25 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Founder Jababeka dan President University, SD Darmono, saat memberikan sambutan dalam acara diskusi
Founder Jababeka dan President University, SD Darmono, saat memberikan sambutan dalam acara diskusi "Opportunity to Become Global Education Player" di The President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Selasa, 25 April 2017. (Beritasatu.com/Feriawan Hidayat)

Jakarta - Sebagai salah satu perusahaan pengembang terbesar di Indonesia, Jababeka tidak hanya sukses mencetak sejumlah perumahan dan kawasan industri di Indonesia. Perusahaan ini, juga memiliki perhatian besar dalam sektor pendidikan.

Selain mendirikan President University di kawasan Cikarang, Jawa Barat (Jabar), Jababeka juga membangun education park, yaitu kawasan industri pendidikan agar daya saing Jababeka dan Indonesia bisa meningkat. Jababeka juga mendirikan pusat riset (research center) yang bertujuan untuk melihat apa saja yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Chairman Jababeka, SD Darmono, mengatakan, untuk memperkuat riset tersebut, President University merangkul salah satu universitas riset terdepan dunia asal Skotlandia, University of Glasgow, yang memiliki reputasi panjang dalam dunia pendidikan di Eropa.

"Berdiri pada 1451, universitas ini merupakan satu dari empat institusi pendidikan tertua di Skotlandia," kata Darmono, dalam acara seminar "Opportunity to Become Global Education Player" di The President Lounge, Menara Batavia, Jakarta, Selasa (25/4) petang.

Selain itu, lanjut Darmono, universitas ini juga terkenal sebagai salah satu institusi dengan riset-riset paling terkemuka di dunia.

"Untuk ke depan, Presiden University akan memperkuat riset-riset sehingga kita senang bekerja sama dengan universitas kelas dunia. Setidaknya, kedepan untuk riset kita benchmark ke University of Glasgow," tambahnya.

Menurut Darmono, pendidikan harus menjadi dasar dari pembangunan nasional. Oleh karena itu, lanjut dia, kualitas pendidikan nasional harus terus ditingkatkan. Apalagi, era globalisasi telah datang menghampiri, yang mengharuskan dunia pendidikan di Indonesia menyiapkan diri mengikuti perkembangan.

"Perkembangan dunia pendidikan selama ini telah membuat persaingan global dalam dunia pendidikan menjadi lebih ketat. Mencermati hal itu, President Executive Club mencoba mencari solusi terhadap kondisi yang ada," tambahnya.

Menyoal peluang pengembangan riset pascakerja sama dengan University of Glasgow, Darmono mengatakan, kekuatan Indonesia terletak pada flora dan fauna atau sumber daya alam (SDA) yang kuat. SDA yang kuat ini, kata dia, harus diolah dengan teknologi yang tepat.

"Untuk pengembangan riset, yang pertama itu harus memanfaatkan bioteknologi. Untuk pengembangan bioteknologi ini, kami terjemahkan dengan membangun medical city, dimana lahan tersebut akan menjadi kawasan industri kesehatan yang didukung dengan kawasan pendidikan," tambahnya.

Dalam seminar "Opportunity to Become Global Education Player" ini, Principal and Vice Chancellor University of Glasgow, Profesor Anton Muscatelli, menyampaikan kiat-kiat bagi pelaku pendidikan di Indonesia untuk masuk ke dalam kancah persaingan global bukan hanya domestik.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon