Cara Tetap Aktif Selama Menstruasi

Jumat, 28 April 2017 | 18:46 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Peluncuran Sangobion Femine MenstruPain di Jakarta, Kamis, 27 April 2017.
Peluncuran Sangobion Femine MenstruPain di Jakarta, Kamis, 27 April 2017. (Istimewa)

Jakarta - Kalangan perempuan dikenal memiliki kapasitas energi yang tinggi secara fisik dan mental. Hal itu, membuatnya bisa melakukan banyak pekerjaan dan peran sosial dalam satu waktu.

Namun, dalam menjalani aktivitasnya, perempuan aktif tak luput dari berbagai tantangan seperti tekanan peran sosial, self-blame, insecure ataupun minder akan diri sendiri, peer pressure, maupun tantangan biologis yaitu menstruasi. Bahkan, diketahui sebanyak 52 persen dari 1.000 perempuan mengaku bahwa gejala menstruasi mengganggu mereka untuk terus aktif dan berkarya.

Psikolog Ahli di Bidang Perempuan, Elizabeth Santosa, menjelaskan, menstruasi dapat memicu ketidakseimbangan hormon, di mana hormon estrogen, serotonin dan endorfin pada perempuan menurun drastis, sehingga menyebabkan mood swing, rasa sedih, dan menurunnya motivasi.

"Sebuah penelitian pun menyebutkan 30-80 persen wanita mengalami perubahan mood mulai dari 1-2 hari sebelum menstruasi dan 1-2 setelah menstruasi. Masa menstruasi pun turut juga memengaruhi fisik wanita," ungkap Elizabeth, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (28/4).

Berkaitan dengan situasi yang tidak nyaman yang diakibatkan oleh menstruasi, praktisi herbal, Prapti Utami, mengatakan, selain mengganggu kondisi emosional, menstruasi, pun mengakibatkan keadaan di mana kondisi fisik perempuan akan mengalami masalah seperti kram dan nyeri perut yang diakibatkan oleh kontraksi otot rahim.

"Pada masa menstruasi, perempuan dapat kehilangan darah sebanyak 10ml hingga 80ml per periode menstruasi, di mana rata-rata normalnya adalah 35ml per periode menstruasi," paparnya.

Kondisi tersebut tidak jarang mengganggu kegiatan harian para perempuan aktif Indonesia yang kemudian mengarahkan mereka untuk menemukan sebuah solusi praktis.

"Banyak cara yang tentunya dapat menjadi solusi untuk mengatasi menstruasi. Namun, salah satu yang menjadi tren dan pilihan praktis adalah mengatasinya dengan terapi herbal, yang secara empiris memiliki manfaat untuk menstruasi yang relatif minim efek samping," tambahnya.

Adapun bahan herbal yang disarankan antara lain, Daun Tapak Liman (elephantopus scaber herba), Kunyit (curcuma domestica rhizome), Asam Jawa (tamarind ex fructus), Daun Jambu Biji (psidium guajava folium) dan Vitex (vitex agnus castus fructus).



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon