MRT Ubah Gaya Hidup Transportasi Publik

Kamis, 4 Mei 2017 | 08:38 WIB
TM
B
Penulis: Tri Murti | Editor: B1
Pembangunan jalur Mass Rapid Transit (MRT) terlihat di sisi Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta
Pembangunan jalur Mass Rapid Transit (MRT) terlihat di sisi Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta (BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim)

JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan sarana transportasi baru akan mengubah gaya hidup masyarakat Jakarta, dari penggunaan mobil pribadi beralih ke mass rapid transit (MRT) serta sarana transportasi publik lainnya.

"Dengan dibangunnya MRT yang terintegrasi terpadu dengan light rail transit (LRT), commuter line (CL), KA Bandara Ekspress, bus rapid transit (BRT) dan angkutan umum lainnya, diharapkan dapat mengubah cara kita bertransportasi di Jabodetabek," papar Menhub dalam sambutannya saat membuka The 5th Annual Jakarta Week 2017, di Kota Kasablanka, Jakarta. (3/5).

Budi menjelaskan bahwa pekerjaan yang paling besar adalah bagaimana memperkenalkan MRT, mengedukasi serta mengubah gaya hidup untuk menggunakan transportasi umum kepada masyarakat.

"Ini memang suatu edukasi yang baik, karena hal tersebut merupakan suatu gaya hidup baru yang harus kami support. Karena dengan cara ini kita mendapatkan efisensi yang baik. Oleh karenanya sosialisasi bahwa kita akan menuju era bertransportasi baru itu sangat penting," ujar dia.

Lebih lanjut, kata Menhub, yang harus dilakukan berikutnya adalah bagaimana merancang feeder menggunakan MRT sebagai penopang, sehingga para pengguna motor dan mobil pribadi dapat bepindah ke MRT.

Budi menjelaskan, pembangunan MRT fase 1, dilakukan sepanjang 16 km dengan 13 stasiun dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI. Tahun ini, lanjut dia, juga akan dimulai fase ke- 2, yaitu koridor Bundaran HI menuju ke Kampung Bandan dengan panjang jalur kurang lebih 8,3 km dengan 8 stasiun.

Kemudian, 2018 pembangunan dilanjutkan fase dari Cikarang menuju ke Balaraja dengan panjang jalur sekitar 87 km dengan 41 stasiun. "Dan pada saat semua itu selesai dibangun, cara kita bertransportasi akan berbeda," kata Budi.

Setiap harinya moda kereta api mengangkut sebanyak 850.000 orang. Nantinya MRT tahap I tersebut akan mengambil 20% dari jumlah penumpang tersebut. "Kami harapkan kalau perkembangan ini menjadi lebih baik maka 60% dari penumpang yang melakukan pergerakan itu akan menggunakan MRT, LRT, dan BRT. (tm)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon