Resensi film
Wrath of the Titans, Pengkhianatan Berujung Kehancuran
Senin, 16 April 2012 | 20:31 WIB
Film laga yang menghidupkan kembali fantasi mitologi Yunani.
Kisah mitologi Yunani tak pernah habis diangkat dalam layar lebar. Inilah yang diangkat dalam film Wrath of the Titans. Film yang disutradarai ini Jonathan Liebesman ini adalah sekuel dari Clash of the Titans (2010).
Masih dibintangi Sam Worthington sebagai Perseus, Wrath of the Titans kali ini menampilkan episode dari kehidupan Perseus yang telah menjadi seorang ayah dari Helius (John Bell) yang berusia sepuluh tahun. Perseus yang kini menjadi nelayan, hidup tenang bersama anak dan ibunya.
Sayangnya kehidupan tenang Perseus terusik ketika ia didatangi Poseidon (Danny Huston) yang mengabarkan bahwa Zeus tertangkap oleh Hades (Ralph Fiennes) yang bersekongkol dengan Ares (Edgar Ramirez). Zeus dibawa ke Tartarus tempat kaum Titan dipenjara.
Bagi mereka yang mengetahui mitologi Yunani, tentunya tahu bahwa kepemimpinan Zeus di Olympus diperoleh dari usaha Zeus dan dua saudaranya, Hades dan Poseidon, mengalahkan ayah mereka, Titan.
Setelah mengalahkan Titan, ketiganya berbagi kekuasaan. Poseidon di lautan, Zeus di bumi dan langit, Hades di negeri kematian. Sementara Titan yang terkalahkan, dipenjara di Tartarus yang merupakan hasil ciptaan Hephaestus (Bill Nighy).
Dibawa ke Tartarus, Zeus mendapati kekuatannya diserahkan oleh Hades dan Ares kepada Titan. Proses ini tak hanya melucuti kekuatannya, tapi juga berisiko pada kehancuran bumi.
Hubungan antara ayah dan anak menjadi tema cerita Wrath of the Titans. Dari pengkhianatan atas pertalian darah yang sudah dimulai sejak Zeus dan saudara-saudaranya mengkhianati Titan, berlanjut dengan Ares yang mengkhianati Zeus, namun kemudian hubungan pahit ayah dan anak ini coba diperbaiki Perseus yang mencoba menyelamatkan ayahnya.
Tentu saja dengan banyaknya adegan laga yang menitikberatkan pada efek visual yang megah, The Wrath of the Titans tidak terlalu banyak mengolah soal konflik hubungan ini. Apalagi seputar hubungan Zeus dan Titan yang digambarkan sebagai sosok raksasa batu.
Sebagai film hiburan, The Wrath of the Titans cukup menghibur. Terutama bagi Anda yang ingin mendapatkan kisah fantasi mitologi Yunani berbalut aksi yang lebih modern dan dengan bantuan teknologi, visualisasi fantasinya jadi lebih hidup.
Akting para pemain juga cukup terjaga. Terutama karena film ini menghadirkan para aktor senior Inggris seperti Ralph Fiennes, Liam Neeson, dan Bill Nighy. Namun karena film ini memang lebih menitiberatkan action, maka para aktor bagus ini kurang mendapat tempat untuk memperlihatkan akting prima mereka.
Kisah mitologi Yunani tak pernah habis diangkat dalam layar lebar. Inilah yang diangkat dalam film Wrath of the Titans. Film yang disutradarai ini Jonathan Liebesman ini adalah sekuel dari Clash of the Titans (2010).
Masih dibintangi Sam Worthington sebagai Perseus, Wrath of the Titans kali ini menampilkan episode dari kehidupan Perseus yang telah menjadi seorang ayah dari Helius (John Bell) yang berusia sepuluh tahun. Perseus yang kini menjadi nelayan, hidup tenang bersama anak dan ibunya.
Sayangnya kehidupan tenang Perseus terusik ketika ia didatangi Poseidon (Danny Huston) yang mengabarkan bahwa Zeus tertangkap oleh Hades (Ralph Fiennes) yang bersekongkol dengan Ares (Edgar Ramirez). Zeus dibawa ke Tartarus tempat kaum Titan dipenjara.
Bagi mereka yang mengetahui mitologi Yunani, tentunya tahu bahwa kepemimpinan Zeus di Olympus diperoleh dari usaha Zeus dan dua saudaranya, Hades dan Poseidon, mengalahkan ayah mereka, Titan.
Setelah mengalahkan Titan, ketiganya berbagi kekuasaan. Poseidon di lautan, Zeus di bumi dan langit, Hades di negeri kematian. Sementara Titan yang terkalahkan, dipenjara di Tartarus yang merupakan hasil ciptaan Hephaestus (Bill Nighy).
Dibawa ke Tartarus, Zeus mendapati kekuatannya diserahkan oleh Hades dan Ares kepada Titan. Proses ini tak hanya melucuti kekuatannya, tapi juga berisiko pada kehancuran bumi.
Hubungan antara ayah dan anak menjadi tema cerita Wrath of the Titans. Dari pengkhianatan atas pertalian darah yang sudah dimulai sejak Zeus dan saudara-saudaranya mengkhianati Titan, berlanjut dengan Ares yang mengkhianati Zeus, namun kemudian hubungan pahit ayah dan anak ini coba diperbaiki Perseus yang mencoba menyelamatkan ayahnya.
Tentu saja dengan banyaknya adegan laga yang menitikberatkan pada efek visual yang megah, The Wrath of the Titans tidak terlalu banyak mengolah soal konflik hubungan ini. Apalagi seputar hubungan Zeus dan Titan yang digambarkan sebagai sosok raksasa batu.
Sebagai film hiburan, The Wrath of the Titans cukup menghibur. Terutama bagi Anda yang ingin mendapatkan kisah fantasi mitologi Yunani berbalut aksi yang lebih modern dan dengan bantuan teknologi, visualisasi fantasinya jadi lebih hidup.
Akting para pemain juga cukup terjaga. Terutama karena film ini menghadirkan para aktor senior Inggris seperti Ralph Fiennes, Liam Neeson, dan Bill Nighy. Namun karena film ini memang lebih menitiberatkan action, maka para aktor bagus ini kurang mendapat tempat untuk memperlihatkan akting prima mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




