Ini Seruan Perdamaian dari "Borobudur International Conference"

Minggu, 7 Mei 2017 | 09:36 WIB
FE
WP
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: WBP
Borobudur International Conference yang mengambil tema The Inspiration for World Peace and Harmony, Sabtu 6 Mei 2017 yang berlangsung di Pelataran Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah.
Borobudur International Conference yang mengambil tema The Inspiration for World Peace and Harmony, Sabtu 6 Mei 2017 yang berlangsung di Pelataran Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah. (SP/Fuska Sani Evani)

Magelang- Tokoh lintas agama menyerukan siapa pun yang hidup di Indonesia harus berdamai dengan keberagaman, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Seruan tersebut menjadi benang merah dalam Borobudur International Conference bertemakan The Inspiration for World Peace and Harmony, Sabtu (6/5) di Pelataran Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah.

Acara yang dihadiri sejumlah biksu dari Tibet tersebut juga menghadirkan tokoh keagamaan Indonesia, antara lain Ketua PB NU KH Marsudi Suyud, pendeta Albertus, rohaniawan Katolik Franz Magnis Suseno, tokoh agama Hindu Mayjen TNI Wisnu Bawa Yenaya, Bhikkhu Santacitto dan Kyabje Dagri Rinpoche tokoh Budha dari Nepal.

Dalam pernyataannya, Marsudi Syuhud mengungkapkan, Candi Borobudur merupakan bukti bahwa umat Islam di Indonesia mampu hidup berdampingan dalam keragaman dengan umat beragama lain.

Marsudi memastikan, Nahdlatul Ulama sebagai bagian dari pendiri bangsa akan terus merawat semangat Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, kebinekaan di Indonesia adalah fakta pemberian Tuhan yang Maha Esa. Karena itu, mengelola kebersamaan dalam keragaman, menjadi hal yang penting termasuk dalam menyikapi perbedaan pendapat antara pihak yang satu dengan yang lain.

"Berkaca pada konflik atau perang antarumat, dan perang di negara-negara Timur Tengah yang tidak kunjung selesai, maka semua pendatang baru di Nusantara, harus mampu beradaptasi dengan keberagamaan agar mampu hidup damai bersama-sama," kata Marsudi.

Sedangkan Franz Magnis Suseno menyebutkan, Borobudur International Conference merupakan kegiatan untuk menunjukkan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia hidup dalam kebersamaan. Romo Magnis menyebutkan bahwa saat ini bangsa Indonesia terancam oleh kelompok fundamental, yang tidak saja berbasis agama, tetapi juga kelompok non-agama, termasuk gerakan politik penuh kebencian. "Agama-agama mesti menanggulangi bersama, menolak segala kebencian dan kekerasan serta memperjuangkan perdamaian," ucapnya.

Keragaman agama dan budaya yang disertai perbedaan pandangan, justru menjadi rahmat bagi umat manusia, dan kekuatan penyembuhan harus bisa dirasakan setiap orang sebagai kekuatan positif.

Sedangkan Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menyebut candi termegah di Indonesia itu menjadi bukti, bagaimana peradaban dibangun nenek moyang bangsa Indonesia. "Borobudur sekaligus menjadi inspirasi bagi kekuatan persatuan, saling asah, asih, dan asuh. Menjaga harmoni, menjaga Pancasila," kata dia.

Kepala Sangha Theravada Indonesia Biksu Sri Pannyavaro Mahathera, juga meminta umat Budha di Indonesia untuk mawas diri dalam menghadapi ancaman intoleransi. Artinya jangan sampai umat Budha membalas dengan kemarahan, kejengkelan, dan kebencian. "Tetapi mari kita respons ke dalam dulu, baru kita ke luar," katanya

Sikap menuntut dan menyalahkan pihak lain, serta menilai bahwa orang lain tidak toleran, hanya menimbulkan kasak-kusuk. Upaya mengelola diri ke dalam, menjadi langkah yang penting dalam menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme, dan disintergrasi bangsa. Kepala Wihara Mendut tersebut, mengatakan keserakahan, kebencian, iri hati, dan arogansi mengakibatkan bencana atau masalah sosial.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan bahwa penyelenggaraan "Borobudur International Conference" menjadi forum penting. Dalam acara ini, para pemuka lintas agama dan berbagai komunitas berdialog dan menyampaikan pandangan atas isu-isu sosial serta kemanusiaan dari perspektif masing-masing.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon