Moon Jae-in Menangi Pilpres Korsel

Selasa, 9 Mei 2017 | 22:17 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Moon Jae-In
Moon Jae-In (AFP/Jung Yeon-Je)

Seoul - Moon Jae-in memenangi pemilihan umum presiden Korea Selatan (Korsel) berdasarkan hasil penghitungan cepat, Selasa (9/5). Dengan suara sekitar 41,4%, Moon unggul jauh dari calon konservatif, Hong Joon-Pyo, yang meraih 23,3% suara.

Hasil pemilu ini menunjukkan, warga Korea Selatan memilih calon yang beraliran politik liberal. Kemenangan Moon memang sudah diprediksi sejak awal.

Tak lama setelah proyeksi hasil pemilu dilaporkan, Moon berbicara di markas partai. Politikus berusia 64 tahun ini mengatakan bahwa kemenangan tersebut sudah diprediksi, namun warga Korea Selatan harus "menunggu dengan tenang" untuk hasil resmi.

"Jika kita memang menang, saya pikir kemenangan hari ini adalah kemenangan kerinduan. Pertama-tama, ini kerinduan masyarakat yang menyerukan perubahan pemerintahan. Yang kedua ini adalah kerinduan kita untuk mewujudkan kerinduan masyarakat," katanya.

Moon dilaporkan menginginkan peningkatan dialog dengan Korea Utara (Korut), yang berbeda dengan kebijakan pemerintah Seoul saat ini. Pemilihan presiden dini ditempuh setelah pemakzulan Presiden Park Geun-hye. Mantan anggota pasukan khusus Korea Selatan ini menjadi pengacara hak asasi manusia setelah menyelesaikan kuliah di fakultas hukum.

Moon pernah menjadi Kepala Staf Kepresidenan di masa pemerintahan Presiden Roh Moo-hyun dan mendapat julunan 'Bayangan Roh.

Belakangan, Moon sempat dikritik karena dugaan pemerintah Presiden Roh berkonsultasi dengan Korut sebelum memutuskan abstain dalam pemungutan suara di PBB untuk resolusi hak asasi manusia di Korea Utara tahun 2007 lalu. Namun Moon membantah tuduhan tersebut.

Ketika masih mahasiswa tahun 1970-an, dia memimpin unjuk rasa atas Presiden Park Chung-hee, ayah dari mantan presiden Park Geun-hye, yang membuatnya masukdipenjara.

Baru-baru ini, Moon mengungkapkan keprihatinan atas sistem pertahanan rudal THAAD yang ditempatkan AS di Korea Selatan karena berpendapat keputusan diambil tanpa melalui proses yang demokratis.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon