Yogyakarta Antisipasi Ransomeware WannaCry
Senin, 15 Mei 2017 | 14:56 WIB
Yogyakarta - Meski belum ada korban serangan siber dari Ransomware WannaCry di Yogyakarta, Pemprov DI Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengeluarkan peringatan serangan virus terhadap komputer yang menggunakan sistem operasi Windows, termasuk tahapan-tahapan antisipasinya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Rony Primanto mengatakan untuk mencegah penyebaran Ransomware WannaCry, pihaknya meminta seluruh pegawai di lingkungan Pemprov DIY untuk mematikan koneksi internet, pada Senin (15/5) pagi sampai pukul 09.00 WIB.
"Semua data harus di back-up pada external drive, dan jika perlu hapus data yang ada di Google drive, sebagai antisipasi file-file yang sesungguhnya virus," katanya.
Ditambahkan, koneksi internet komputer, baik yang melalui kabel LAN maupun wi-fi/hotspot dimatikan selama proses tersebut.
"Sejauh ini belum ada tanda serangan ke database kami. Mudah-mudahan tidak menyebar dan menjangkit. Yang penting berhati-hati ketika mendapatkan tautan atau email yang tak dikenal," terangnya.
Selain antisipasi melalui proses penyimpanan data, Rony mengatakan pihaknya juga menyiapkan petugas khusus untuk konsultasi atau melaporkan ancaman malware tersebut. Setidaknya dua staf bidang manajemen informatika Diskominfo DIY siap dihubungi jika terjadi penyebaran Ransomware melalui internet.
"Ada tim Provincial Government Computer Security Incident Response Team (PGCSIRT). Tim ini yang menangani hal-hal berkaitan dengan sistem keamanan informasi," katanya.
Tim tersebut bekerja selama 24 jam untuk memantau sistem keamanan informasi di DIY, bahkan selain mewaspadai Ransomware WannaCry, tim juga bertugas untuk mencegah serangan program jahat yang menyebar dan menyerang melalui koneksi internet.
Ditambahkan, tim Jogja PGCSIRT, dibentuk atas kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Japan Internationakl Cooperation Agency (JICA), serta Pemprov DIY, dan menjadi tim pertama di Indonesia.
Sama halnya dengan Pemprov DIY, Pemkab Bantul juga berupaya melakukan mitigasi serangan Ransomware WannaCry, dengan mematikan akses internet induk. Bahkan, akses Google, Youtube, belum dibuka hingga siang hari.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bantul, Nugroho Eko Setyanto membenarkan, akses internet dihentikan sementara, untuk mensterilkan perangkat komputer atau back up data.
Selain itu, tim secara khusus memberikan program antivirus secara analog bagi komputer-komputer dalam keadaan nonkoneksi internet. "Sebaiknya antisipasi daripada sudah telanjur (diserang, Red)," ujar Eko Setyanto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




