Ransomware WannaCry, Microsoft Salahkan Pemerintah AS

Senin, 15 Mei 2017 | 16:57 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan pers tentang upaya penanganan serangan dan antisipasi
Menkominfo Rudiantara menyampaikan keterangan pers tentang upaya penanganan serangan dan antisipasi "malware" Ransomware WannaCry di Jakarta, Minggu 14 Mei 2017. (Antara)

Washington - Ransomware WannaCry membuat kepanikan pada akhir pekan lalu. Menurut Microsoft yang dengan segera merilis patch darurat, Jumat (12/5), untuk sistem operasi Windows XP - yang sudah berhenti didukung sejak tiga tahun lalu.

Menurut Microsoft, Senin (15/5), WannaCry atau juga dikenal dengan WannaCrypt terjadi karena pemerintah Amerika Serikat menumpuk informasi kerentanan siber. Microsoft bahkan menyamakan serangan WannaCry seperti halnya militer AS yang kehilangan beberapa misil Tomahawk karena dicuri.

Microsoft menegaskan bahwa sumber WannaCry dimulai dari kerentanan yang dirilis badan rahasia AS NSA yang diungkap dalam dokumen di WikiLeaks. Dokumen tersebut sebelumnya didapatkan dari CIA - badan rahasia AS lainnya.

Menurut Microsoft sudah seharusnya pemerintahan negara-negara di dunia menyadari bahwa serangan WannaCry ini sebagai suatu panggilan darurat. Hal ini terjadi karena WannaCry menimbulkan kerusakan kepada masyarakat akibat penimbunan informasi mengenai kerentanan sistem yang dilakukan oleh pemerintah.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon