S&P Naikkan RI Investment Grade, Bahana: IHSG Berpeluang ke 6.300

Minggu, 21 Mei 2017 | 13:14 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi IHSG
Ilustrasi IHSG (Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta - Indonesia mendapat rating investment grade dari lembaga pemeringkat international Standard and Poors, mengikuti lembaga pemeringkat lainnya Fitch ratings dan Moody's Investor Service yang sudah terlebih dahulu menyematkan Indonesia peringkat layak investasi.

PT Bahana Sekuritas menilai, kenaikan rating ini akan membawa lebih banyak lagi arus modal asing ke Indonesia sehingga yield surat utang akan turun. Dalam riset yang dilakukan Bahana memperlihatkan surat utang pemerintah tenor 10 tahun akan turun ke kisaran 6,5 persen, dari level saat ini 6,9 persen. ''Kami melihat ada peluang suku bunga secara keseluruhan di market baik untuk surat utang maupun bunga bank, akan menyentuh level terendah pada 2019, terutama menjelang Pemilihan Presiden, jika kondisi politik terkandali,'' kata Kepala Riset dan Strategis Bahana Harry Su, dalam keterangannya, Minggu (21/5).

Melalui momentum investment grade kata dia, Bahana juga merivisi naik indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga akhir tahun 2017 ke level 6.300 dari perkiraan sebelumnya 6.000, meskipun kondisi politik menghangat belakangan ini. Beberapa sektor yang akan diuntungkan di antaranya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) karena mendapat biaya dana lebih murah dan meningkatnya likuiditas.

Saham konstruksi dan infrastruktur seperti PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) juga akan diuntungkan oleh turunnya bunga kredit sehingga pembayaran utang dapat berkurang dan kendala kebutuhan pendanaan memadai. Saham sektor properti seperi PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) juga akan diuntungkan dari sisi utang karena suku bunga rendah. "Walaupun pasar properti menengah ke bawah masih bergairah, segmen menengah atas masih terpuruk karena tingginya suhu politik," kata dia.

Dengan proyek infrastruktur dan properti mendapat angin segar, permintaan semen akan terkerek naik dan dapat mengurangi perang harga saat ini, sehingga saham PT Semen Indonesia (SMGR) layak dikoleksi. Sementara dengan banyaknya modal masuk ke Indonesia, rupiah akan menguat sehingga PT Mitra Adiperkasa (MAPI) akan diuntungkan karena biaya impor akan turun.

S&P menaikkan rating Indonesia ke BBB- dari BB+ dengan outlook stabil, di tengah kondisi politik Indonesia yang terjadi saat ini. S&P menaikkan rating Indonesia karena menilai pemerintah mampu meningkatkan kehati-hatian fiskal dengan mengurangi risiko menurunnya pendapatan pajak melalui program tax amnesty sejak tahun lalu.

S&P juga membuka peluang kembali menaikkan rating Indonesia, bila ada perkembangan signifikan terhadap keseimbangan fiskal ke depannya. S&P meyakini pemerintah mampu menjaga defisit fiskal akan terjaga di bawah 2,5 persen selama kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan. Dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017, pemerintah menargetkan defisit anggaran sebesar 2,41 persen atau setara dengan Rp 330,2 triliun.

Meski kondisi politik Indonesia masih cukup panas pasca-Pilgub DKI, S&P menilai secara keseluruhan cukup stabil karena pemerintahan memiliki legitimasi kuat, dan menunjukkan niat memberantas korupsi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon