Pentas "Belle" Tampilkan Dua Pebalet Asal Jepang
Minggu, 21 Mei 2017 | 18:40 WIB
Jakarta - Ada yang menarik dari pentas tahunan Cicilia Ballet School tahun ini. Tidak hanya karya klasik yang dibawakan dengan bagus oleh anak-anak didik sekolah balet itu, tetapi juga dua penari balet asal Jepang, yakni Sakura Sakamoto dan Tomotaka Okada.
Dua pebalet Jepang itu tampil pada tarian pembuka dalam pentas berjudul "Belle" di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jakarta, Sabtu (20/5). "Belle" merupakan adaptasi dari kisah Si Cantik dan Si Buruk Rupa (Beauty and The Beast). Namun, yang berbeda dalam kisah ini, orangtua Belle yang ditahan Beast bukan ayahnya, melainkan ibunya, Maurice.
"Belle" berkisah tentang seorang gadis yang cerdas, rajin, dan selalu riang gembira. Setiap hari dia selalu menyapa orang-orang di sekitar rumahnya, mulai dari tukang roti, gadis-gadis penjual susu, dan warga desa lainnya.

Suatu saat bencana terjadi, ketika Maurice, ibu Belle, ditahan oleh Beast, seorang pangeran yang dikutuk wajahnya menjadi buruk rupa. Wajah sang Pangeran akan kembali tampan seperti semula jika dia menemukan cinta sejati.
Belle pun datang ke istana sang Pangeran untuk membebaskan ibunya. Dalam upaya membebaskan ibunya itu, Belle dibantu oleh para karyawan istana, yang juga terkena kutukan penyihir. Pegawai istana ada yang dikutuk menjadi cangkir teh, tempat lilin, jam, hingga piring.
Singkat cerita, Beast lamban laun mencintai Belle. Sang gadis desa yang cantik pun lama-lama menyukai Beast, bukan karena wajahnya tetapi karena sifat dan kepribadiannya. Beast pun menemukan cinta sejati dan wajah serta istananya terbebas dari kutukan.
Pendiri Cicilia Ballet School, Ade Setiowibowo mengatakan, pentas tahunan ini merupakan hasil kerja keras para murid dan pelatih di sekolah balet yang dipimpinnya. Cicilia Ballet School ada di Jakarta dan sekitarnya.

"Kami mengapresiasi juga peran para orangtua, teman, dan para penari tamu yang tampil bagus hari ini. Dukungan para orangtua sangat penting bagi anak-anak sehingga mereka berani tampil," ujar Ade.
Sementara, Sakura Sakamoto mengaku sedikit kaget melihat bibit muda pebalet di Indonesia. "Saya baru pertama kali ke Indonesia. Sebelumnya saya tidak tahu kalau di Indonesia ada sekolah balet. Saya kagum dengan bakat anak-anak ini," ujar pebalet yang sempat mengenyam pendidikan balet di Sydney, Australia, itu kepada BeritaSatu.com.
Sakamoto juga berpesan kepada para pebalet belia Indonesia untuk terus berlatih agar menjadi penari profesional dan bertarah internasional. "Saya berlatih balet sejak umur 6 tahun. Selain di Australia, saya juga pernah belajar balet di Rumania," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




