Pemkot Kupang Siapkan Rp 20 Miliar untuk Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Senin, 22 Mei 2017 | 07:08 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Walikota Kupang - NTT, Jonas Salean.
Walikota Kupang - NTT, Jonas Salean. (Suara Pembaruan/Yoseph Kelen)

Kupang - Pemerintah Kota Kupang menyediakan Rp 20 miliar untuk mengintervensi program pemeriksaan kesehatan gratis berbasis KTP atau lazim disebut Program KTP Sehat.

"Semua anggaran itu sudah pemerintah sediakan dalam APBD 2017 ini, dan programnya mulai dilakukan sejak 25 April lalu," kata Wali Kota Kupang Jonas Salean, di Kupang, Senin.

Dia mengatakan, pemerintah memandang penting program ini, sehingga alokasi yang dianggarkan juga lumayan banyak agar bisa mengakomodasi seluruh item pembiayaan baik pemeriksaan kesehatan, opname, obat-obatan serta tindakan medis seperti operasi.

Diharapkan, setiap warga Kota Kupang yang menggunakan KTP sebagai koneksi layanan kesehatannya akan benar-benar mendapatkan pelayanan yang lengkap.

"Kalau hanya berobat dan jenis obatnya dibayar kan percuma, apalagi kalau tindakan operasinya harus dibayar. Kasihan warga miskin. Pemerintah ingin semuanya disubsidi dan gratis sifatnya," kata Jonas.

Dia mengatakan layanan itu diperuntukkan seluruh warga di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki KTP elektronik atau sebagai warga Kota Kupang.

Jika warga tersebut masih anak-anak, maka akan terlayani hanya dengan menunjukkan kartu keluarga orang tua sebagai warga Kota Kupang.

Seluruh layanan yang prima itu termasuk pelayanan bedah gratis akan diperuntukkan bagi pasien yang memilih layanan kelas 3.

Layanan kesehatan berbasis KTP ini, lanjut Jonas, tidak pandang bulu dan status sosial. "Siapa saja biar dia pejabat kalau mau menggunakan KTP, akan terlayani dengan gratis dan mudah. Tanpa prosedur panjang," katanya pula.

Dengan begitu seluruh warga Kota Kupang termasuk warga miskin akan bisa lebih mudah mengakses seluruh layanan kesehatan tanpa prosedur dan tanpa biaya.

"Ini tujuan akhirnya agar semua warga tanpa kecuali kaya maupun miskin, pejabat atau rakyat jelata bisa sama-sama menikmati layanan yang sama di bidang kesehatan hingga sehat," kata dia.

Mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu mengatakan, program layanan kesehatan berbasisi KTP itu sudah disiapkan selama dua tahun dengan segala bentuk teknis administratif yang mumpuni.

Selain itu, kesiapan anggaran untuk subsidi, sumber daya manusia, infrastuktur layanan kesehatan serta obat-obatan juga disiapkan secara maksimal agar dalam pelaksanaannya nanti bisa berjalan maksimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dr Ari Wijana mengatakan, subsidi pemerintah untuk penerapan Program KTP Sehat hanya untuk pasien yang memilih terlayani di kelas 3.

Menurutnya, seluruh hak pelayanan pasien di kelas itu akan dilayani dan terlayani secara gratis dan tanpa embel-embel. "Hanya dengan menunjukkan KTP sebagai bukti warga Kota Kupang dan atau kartu keluarga," katanya pula.

Bentuk layanan yang diberikan, setiasp pasien harus melalui pelayanan di puskesmas sebagai bentuk layanan dasar, setelah itu jika membutuhkan tindakan medis yang lebih baru bisa dirujuk ke rumah sakit baik ke RSU SK Lerik sebagai rumah sakit tipe C maupun RSU Prof Johannes sebagai rumah sakit rujukan lanjutan bertipe B.

"Tidak bisa langsung ke rumah sakit karena untuk sakit yang bisa ditangani di puskesmas akan ditangani, dan di rumah sakit hanya untuk pasien rujukan," katanya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang ini menjelaskan, sebanyak 38 ribu warga miskin Kota Kupang yang belum tercakup layanan kesehatan melalui Jamkesmas dan BPJS Kesehatan akan ikut dalam layanan kesehatan gratis melalui program KTP Sehat ini.

Sebanyak 38.000 warga itu, karena keterbatasan teretentu, tidak terakses dan terlayani oleh layanan kesehatan berbasis kartu sehat baik berupa jamkesmas maupun BPJS Kesehatan.

Karena itulah, Pemerintah Kota Kupang kemudian meluncurkan program layanan kesehatan gratis bagi warga tersebut, hanya dengan KTP elektronik.

Tanpa ada syarat lain yang memberatkan warga, hanya dengan KTP elektronik, warga akan terlayani secara gratis.

Sedangkan terhadap anak-anak yang belum miliki KTP elektronik, cukup menunjukkan kartu keluarga milik orang tuanya. "Semua akan terlayani gratis mulai dari pemeriksaan, pelayanan medik dan pemberian obat untuk semua jenis, pembedahan dan rawat inap," kata dr Ari pula.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon