PMKRI Kutuk Aksi Teror Kampung Melayu
Kamis, 25 Mei 2017 | 13:38 WIB
Jakarta - Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Cabang Pusat, Rinto Namang mengutuk keras tindakan teror bom yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Rabu (24/5). Menurutnya, aksi teror tersebut, selain menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat, juga berpotensi memecah belah bangsa.
"Kami mengutuk dengan keras tindakan teror bom yang menimpa bangsa Indonesia malam tadi. Ini sangat menciderai seluruh bangsa Indonesia, menciptakan ketakutan umum, dan sama merupakan pelecehan terhadap martabat kemanusiaan," ujar Rinto di Jakarta, Kamis (25/5).
Selain mengutuk tindakan tersebut, dia mendesak pihak kepolisian untuk serius mengusut tuntas motif dan jaringan pelaku teror yang terjadi ini. "Kasus ini mirip dengan yang terjadi di Thamrin beberapa tahun silam. Polisi harus usut tuntas jaringan mereka dan segera berantas sehingga ke depan tidak perlu lagi ada tindakan serupa," tegas alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta itu.
Dia juga mengkritik pihak kepolisian yang dinilainya gagal memberikan rasa aman kepada masyarakat. "Kita semua baru bergerak setelah semuanya sudah terjadi. Itu terlambat satu langkah dari teroris," ujarnya.
Di samping itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh situasi yang panas ini. "Masyarakat untuk tetap tenang dan waspada melihat situasi ini, berpikir jernih, dan menyerahkan semuanya kepada polisi untuk mengurus kasus ini secara profesional," kata dia.
Stop "Ternak Teroris"
Senada dengan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berduka dengan tindakan biadab teror Kampung Melayu. "Kami mengimbau semua pihak untuk tidak mengaitkan bom kampung Melayu dengan agama tertentu, teror tidak memiliki agama, tidak ada agama yang mengajarkan teror, apalagi membunuh orang lain yang tidak bersalah," ujar Dahnil.
Dia juga ingin mengetuk nurani siapa pun yang menjadi dalang terorisme selama ini di Indonesia. Dia berharap segera menghentikan praktik "ternak teroris" yang mengancam kehidupan dan keadaban Indonesia.
"Jika dibiarkan hal ini akan berdampak terhadap kehidupan anak bangsa dipenuhi praktik saling curiga dan ketertakutan. Sekali lagi, saya memohon, siapa pun kalian, Mohon stop ternak teroris," pungkas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




