Pemerintah Diminta Sigap Antisipasi Gerakan Radikal

Kamis, 25 Mei 2017 | 15:44 WIB
YP
FH
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FER
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan meninjau lokasi ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu, 24 Mei 2017 malam.
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan meninjau lokasi ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu, 24 Mei 2017 malam. (Istimewa/Asni Ovier/Istimewa)

Jakarta - Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Muhammad Rifai Darus, menyesalkan aksi teror bom di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (24/5) malam.

Menurut Rifai, pemerintah harus sigap dan bergerak cepat menangkal gerakan radikal sebelum skalanya meluas yang pada akhirnya akan mengancam keutuhan keberagaman dan kemajemukan di Indonesia.

"DPP KNPI turut prihatin dengan insiden ledakan bom di Kampung Melayu. Kami juga mengapresiasi langkah kepolisian yang bergerak cepat turun ke lapangan. Tetapi pemerintah juga harus bergerak cepat, tepat dan terukur untuk menangkal gerakan radikalisme ini tidak meluas sehingga menebar teror, ketakutan apalagi mengancam keutuhan NKRI," ujar Rifai di Jakarta, Kamis (25/5).

Mantan Ketua PMII Papua itu mengingatkan, pemerintah tidak lagi memproduksi istilah-istilah yang kontraproduktif terhadap pertumbuhan demokrasi di Indonesia.

"Kami meminta pemerintah untuk fokus menjaga kerukunan antar umat beragama, tidak hanya seremonial saja, tetapi melalui gerakan nyata. Umat muslim di Indonesia harus menjadi penyejuk dan membantu pemerintah memelihara keberagaman dan kemajemukan," kata Rifai.

Selain itu, Rifai mengharapkan pemerintah memfasilitasi seluruh pihak untuk membuka dan memperluas ruang-ruang dialog. Dia menilai, pemicu kebencian itu banyak, sentimen agama hanya alat saja.

"Sebab itu, pemerintah harus pro aktif, peka dan responsif terhadap potensi kebencian yang bisa mengarah pada instabilitas politik dan kesatuan kita sebagai bangsa. Ruang-ruang dialog harus diperluas jangkauannya," tambahnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon