Pakuwon Bagi Dividen Rp 216 Miliar

Sabtu, 3 Juni 2017 | 19:19 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Pakuwon Jati Tbk
Pakuwon Jati Tbk (Istimewa)

JAKARTA – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 216 miliar atau sekitar 13% dari laba bersih tahun lalu. Dividen setara Rp 4,5 per saham itu bakal dibayar pada Juni 2017.

Sepanjang tahun lalu, Pakuwon Jati berhasil mencetak laba bersih Rp 1,67 triliun atau turun tipis 2,9% dibandingkan 2015 yang sebesar Rp 1,72 triliun. Pendapatan naik 4,7% menjadi Rp 4,8 triliun dari Rp 4,6 triliun.

"Hal itu dipengaruhi oleh kenaikan beban pokok penjualan atas pengakuan penjualan proyek bangunan," kata Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Minarto di Jakarta, Jumat (2/6).

Sementara itu, hingga kuartal I-2017, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 1,37 triliun atau tumbuh 10,5% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,24 triliun. Laba bersih naik 10,7% menjadi Rp 492 miliar dari Rp 445 miliar. "EBITDA juga naik 1,7% menjadi Rp 756 miliar dari Rp 743 miliar," ujar Minarto.

Hingga Maret 2017, perseroan telah mencatat pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp 654 miliar atau 24,2% dari target akhir tahun ini sebesar Rp 2,7 triliun. Menurut Minarto, kinerja kuar tal pertama masih sesuai target.

Tahun ini, belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan mencapai Rp 2 triliun. Dana tersebut akan dipakai untuk keperluan konstruksi. Adapun serapan capex hingga Juni 2017 hampir mencapai Rp 1 triliun. Sedangkan sumber dana capex berasal dari kas internal (50%) dan pinjaman bank (50%).

Minarto menambahkan, perseroan masih memiliki plafon pinjaman bank untuk proyek Tunjungan Plaza 6 Surabaya sebesar Rp 1,25 triliun. Pakuwon akan menggunakan fasilitas pembiayaan tersebut sebesar Rp 270 miliar, yang akan ditarik tahun ini. Saat ini, perusahaan property tersebut memiliki market share 85% di Surabaya dan 15% di area Jakarta untuk pusat perbelanjaan, hunian, dan perkantoran.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Pakuwon Stefanus Ridwan mengatakan, perseroan akan mengakuisisi lahan secara bertahap. Perseroan menyiapkan dana akuisisi sebesar Rp 200 miliar tahun ini. "Tergantung negosiasi, tapi kami cari peluang secara aktif," tambah Minarto.

Hingga akhir 2016, total lahan milik perseroan mencapai 456,8 hektare (ha). Baru-baru ini, perseroan mengakuisisi 11 ha lahan di Daan Mogot, Jakarta Barat. Menurut Stefanus, lahan tersebut akan mulai digarap tahun depan untuk kawasan mixed use.

Adapun megaproyek lainnya adalah tiga proyek kondominium di kawasan Kota Kasablanka untuk wilayah Jakarta, dua perkantoran di Tunjungan City, satu proyek kondominium di Pakuwon City, dua proyek kondominium di Pakuwon Mall, dan satu proyek kondominium di Pakuwon Mall yang sedang dijajaki.

Dari keseluruhan proyek, 79% dari pendapatan dikontribusikan oleh penjualan kondominium atau high rise building, 20% dari rumah tapak, dan 1% dari perkantoran. (c01)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon