MMS Antisipasi Lonjakan Arus Mudik

Sabtu, 3 Juni 2017 | 19:22 WIB
EA
TM
B
Penulis: Eko Adityo, Tri Murti
Editor: B1
Ilustrasi jalan tol Tangerang-Merak.
Ilustrasi jalan tol Tangerang-Merak. (Istimewa)

TANGERANG - PT Marga Mandalasakti (MMS) yang saat ini memiliki brand name Astra Infra Toll Road Tangerang – Merak memperkirakan volume lalu lintas mudik Lebaran 2017 naik 6,1% dibandingkan dengan tahun 2016.

Terkait dengan kesiapan libur Lebaran, Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak juga telah berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry Merak, Polda Banten, Dinas Perhubungan Provinsi Banten, dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

"Puncak arus mudik diperkirakan H-3 sampai dengan H-2, puncak arus balik H+2 sampai dengan H+6, serta puncak arus wisata terjadi pada H+2 sampai H+8," kata Direktur Operasi Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak Sunarto Sastrowiyoto dalam pernyataan resmi yang diterima Investor Daily, Jumat (2/6).

Pada arus mudik tahun ini, berbagai peningkatan layanan bagi pengguna jalan Tol Tangerang- Merak telah dilakukan, baik dari segi layanan transaksi, lalu lintas, informasi dan perambuan serta jalan. Guna meningkatkan kelancaran saat melakukan transaksi tol, Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak mengoperasikan seluruh gardu tolnya sebanyak 89 unit. Dari jumlah tersebut 21 diantaranya merupakan gardu tol otomatis (GTO).

"Dengan pengoperasian seluruh gardu tol tersebut diharapkan tidak akan terjadi antrean yang begitu panjang dan tentunya akan memperlancar arus lalu lintas saat mudik," jelas dia.

Selain itu untuk memastikan tidak ada hambatan saat arus mudik, Sunarto menyatakan pada H-10 hingga H+10 Lebaran, jalan Tol Tangerang-Merak bebas dari pekerjaan konstruksi.

"Saat ini kami sedang melakukan peningkatan kualitas jalan dan pelebaran Ruas Bitung- Cikupa. Namun, menjelang Lebaran nanti dipastikan pekerjaan tersebut dihentikan sementara," ungkap dia.

Astra Infra Toll Road Tangerang- Merak juga telah mengembangkan apikasi navigasi Anavigo merupakan keluaran terbaru dari AstraWorld untuk memudahkan pengguna kendaraan menempuh perjalanan, salah satu keunggulannya navigasi ini mampu menyampaikan kondisi terkini lalu lintas.

Sunarto juga mengungkapkan, seluruh tempat istirahat sepanjang tol Tangerang-Merak akan dilengkapi dengan bengkel, pos kesehatan, serta penjualan tiket ferry Merak-Bakauheni sehingga dapat mempercepat proses masuk ferry nantinya.

Di sisi lain, Karo Operasional Polda Banten, Kombes Pol Hermansyah mengatakan, Polda Banten menyiapkan 700 personel ditambah 1.740 personel dari TNI dan Mabes Polri yang di BKO, serta 1.671 dari instansi terkait.

Hermansyah mengungkapkan, Kepolisian dalam operasi Ramadniya (dulu operasi Ketupat) akan menempatkan personel di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadinya penumpukan kendaraan seperti pelabuhan, gerbang tol, pasar dan pabrik yang berlokasi di tepi jalan arteri, serta objek wisata.

Terkait pelabuhan Merak, Hermansyah mengatakan, Kepolisian telah menyiapkan tiga skenario dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang berbeda, mulai dari antrean lancar, antrean sampai jalan layang Merak, dan antrean sampai gerbang tol.

"Salah satu yang akan kami terapkan sistem sekat untuk memisahkan kendaraan roda empat, bus, dan truk dengan roda dua, serta akan menempatkan sejumlah pos pelayanan untuk mengatur lalu lintas apabila sampai mengalami kepadatan," ujar Hemansyah.

Sedangkan VP Service & Assurance PT ASDP Indonesia Ferry Rizki Dwianda mengatakan untuk memperlancar arus mudik yang akan menyeberang ke Sumatra, mulai 1 Juni 2017 akan menerapkan sistem pembeli tiket ferry secara online. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon