Ragamuda, Cara Anak Muda Pupuk Kesatuan Bangsa

Selasa, 6 Juni 2017 | 15:30 WIB
DA
BW
Penulis: Dina Fitri Anisa | Editor: BW
Ragamuda SMA Al Izhar dan Kolese Kanisius
Ragamuda SMA Al Izhar dan Kolese Kanisius (instagram)

Jakarta- Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Semua usaha yang ditekuni, walaupun kecil, apabila dilakukan terus-menerus akan menghasilkan sesuatu yang besar. Inilah harapan kedua sekolah, SMA Al-Izhar, Pondok Labu, Jakarta Selatan dan SMA Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat yang berjuang dan berusaha untuk membuat sebuah perubahan besar untuk Indonesia.

Melihat kesatuan bangsa Indonesia yang kini mulai terkoyak oleh isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang tengah merajalela, anak-anak di kedua SMA justru ingin memupuk kembali persatuan yang sudah lama ditanam. Dimulai dari hal kecil, kedua sekolah dengan latar belakang kepercayaan agama yang berbeda ini berkolaborasi untuk membuktikan kepada masyarakat luas, bahwa keberagaman di Indonesia itu indah dan patut untuk dibanggakan.

Kedua sekolah yang sudah lama menjalin tali persaudaraan ini memutuskan untuk membuat sebuah gebrakan baru, yaitu dengan membuat organisasi Ragamuda. Organisasi ini merupakan sebuah gerakan para generasi muda yang ingin menjunjung tinggi nilai persatuan, tanpa dipengaruhi isu-isu pemecah belah kebinekaan Indonesia.

Menurut Katya Narendratayana, Ketua Ragamuda di SMA Al-Izhar, arti dari nama organisasi Ragamuda yang terdiri dari dua kata, yaitu Ragam dan Muda. "Kalau digabungkan jadi sebuah organisasi anak muda dengan beragam (suku, ras, etnik dan agama). Kami memilih kata tersebut karena tidak bisa dipungkiri, Indonesia dibangun dari keberagaman," jelasnya saat dihubungi SP, Senin (5/6).

Program pertama yang dibuat oleh Ragamuda adalah dengan mengkampanyekan tiga tagar, yakni #PLURALisMe, #BersamaMerawatPerbedaan, dan #PekanPancasila. Kampanye tagar ini juga merupakan bentuk upaya untuk merayakan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni. Kampanye tersebut dilakukan dengan cara mengunggah sebuah foto dengan templete yang sudah disediakan Ragamuda.

Animo masyarakat terutama kalangan muda terhadap kampanye ini cukup baik. Hingga hari ini sudah ada sekitar 7.833 foto yang diunggah ke sosial media instagram dengan #PLURALisMe, sedangkan untuk #BersamaMerawatPerbedaan terdata sudah 1.559 foto. Meskipun tidak semua foto berasal dari gerakan Ragamuda, hampir semua posting memperlihatkan anak-anak muda menunjukkan kepedulian mereka terhadap semangat pluralisme.

Media sosial dan gawai adalah bekal utama Ragamuda untuk membuat sebuah perubahan. Mereka memilih Instagram sebagai media utama di gerakan pertamanya ini. Menurut Reza Imansyah, Ketua Ragamuda SMA Kolese Kanisius, Instagram adalah media yang sangat cocok digunakan, karena sifatnya yang terbuka, ngetren, dan semua orang yang melihat bisa mudah tergugah.

"Meski awalnya saya anggap gerakan ini omong kosong belaka, lama-kelamaan saya berpikir bagaimana cara mengubah perspektif remaja kalau bukan dari media sosial. Yang diketahui anak muda sangat hobi mengecek media sosial tiap detik, menit, dan jam salam sehari. Jadi diharapkan dapat mengubah perspektif anak muda dalam memperjuangkan kebinekaan," tuturnya.

Laurentinus Mikhael, yang merupakan anggota dari Ragamuda juga mengutarakan hal yang serupa. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak bangsa Indonesia untuk bersatu di tengah perbedaan.

"Dengan mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk berpartisipasi kampanyekan gerakan persatuan yang tidak pandang bulu. Karena sesungguhnya keberagaman itu sendirilah yang menjadi modal bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang kuat dan berjaya," katanya.

Ia pun menambahkan, "Harapan Ragamuda ke depan adalah untuk membuktikan bahwa kita semua sebagai bangsa yang satu dapat sadar, bahwa keberagaman merupakan sesuatu yang indah dan patut diperjuangkan. Perbedaan tidak dapat diselesaikan dengan perpecahan, melainkan persatuan. Dan Indonesia masih berdiri sampai sekarang karena keberagaman itu sendiri."

Dukungan
Sudah banyak dukungan atas terbentuknya Ragamuda dan program yang telah dibuat, termasuk guru-guru di kedua sekolah. Salah satu guru yang memberikan dukungan penuh terhadap Ragamuda adalah Diah Sulistiowati, yang merupakan guru bahasa Inggris sekaligus pembina OSIS di SMA Al-Izhar.

Ia sangat mendukung dibentuknya organisasi kolaborasi antara dua sekolah ini. "Saya mendukung penuh, karena memang nasionalis adalah salah satu values yang kami junjung. Saya sangat berharap generasi muda dapat berpikir kritis dan bijak dalam melihat satu permasalahan. Jangan memakai "kacamata kuda" sehingga kita dapat melihat sesuatu dari sudut pandang yang beragam," ungkapnya.

Nantinya, organisasi ini tidak hanya berhenti sampai di kampanye tagar PLURALisMe saja. Diah mengabarkan, akan membuat sebuah konferensi yang dibuka untuk umum. "Untuk jangka menengah, kami berencana mengadakan youth conference dan mengangkat isu pluralisme ini. Kami ingin membuat satu komunitas remaja yang peduli dengan keberagaman di Indonesia," jelasnya. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon