Alkindo Optimistis Bertumbuh Tahun Ini
Rabu, 7 Juni 2017 | 16:47 WIB
JAKARTA – PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) tetap optimistis bertumbuh tahun ini, meski ekonomi global masih tertekan akibat kenaikan harga komoditas kertas, serta kondisi politik dan ekonomi di dalam negeri.
"Itu tidak bisa dipungkiri. Dalam situasi yang bisa dikatakan sulit, kami terus berupaya untuk tetap bertumbuh dan berkembang," kata Direktur Utama Alkindo Naratama Herwanto Sutanto dalam keterangan resmi, Selasa (6/6).
Dia menegaskan, tekanan perekonomian global dan kondisi politik di dalam negeri yang terjadi sejak 2016 berdampak besar terhadap laju perekonomian domestik. Namun, kinerja perekonomian Indonesia tahun lalu bisa dibilang lebih baik dibandingkan 2015, dalam beberapa indikator seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga yang rendah, dan inflasi yang terkendali.
Pada 2016, penjualan bersih konsolidasi Alkindo meningkat menjadi Rp 666,4 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 538,4 miliar. Laba bersih konsolidasi naik menjadi Rp 14,3 miliar dari Rp 13,7 miliar.
Adapun aset lancar tahun lalu bertambah menjadi Rp 298,3 miliar dibandingkan 2015 yang senilai Rp 247,7 miliar. Aset tidak lancar turun dari Rp 118,3 miliar menjadi Rp 112,1 miliar.
Sementara itu, liabilitas jangka pendek meningkat menjadi Rp 201,8 miliar dari Rp 184,2 miliar. Liabilitas jangka panjang turun menjadi Rp 7,7 miliar dari Rp 10,9 miliar. Ekuitas bertambah menjadi Rp 200,9 miliar dari Rp 170,9 miliar.
Sementara itu, kemarin, perseroan telah mengadakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Dalam RUPST disetujui beberapa keputusan.
Misalnya, persetujuan atas laporan direksi mengenai keadaan dan jalannya perseroan selama 2016, serta rencana kerja 2017. Selain itu, persetujuan atas laporan keuangan 2016 dan persetujuan pemberian wewenang kepada dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik.
Sedangkan dalam RUPSLB telah disetujui beberapa keputusan, yaitu pengangkatan kembali Gunaratna Andi Tanusasmita sebagai komisaris independen untuk periode kedua dan pengangkatan kembali Kuswara sebagai direktur independen untuk periode kedua.
Direktur Alkindo Erik Sutanto mengatakan, perseroan memiliki komitmen jangka panjang untuk menjaga dan menciptakan loyalitas dari para pelanggan, baik pelanggan lama maupun pelanggan baru. "Kunci utamanya adalah pemberian solusi yang tepat kepada setiap masalah yang dihadapi pelanggan dan pelayanan yang berkualitas untuk menciptakan kenyamanan kepada pelanggan," ujar dia.
Erik menegaskan, dua hal tersebut menjadi dasar utama dalam merumuskan strategi usaha dalam meningkatkan kinerja perseroan. Perseroan memiliki delapan strategi. Pertama, fleksibilitas yaitu memproduksi produk sesuai kebutuhan pelanggan baik dari segi warna, bentuk, dan ukuran. Kedua, pemenuhan kebutuhan pelanggan melalui jadwal produksi dan pengiriman yang baik.
Ketiga, pengendalian biaya produksi dan efisiensi produksi, sehingga dapat menghasilkan produk bermutu tinggi dengan harga yang bersaing. Keempat, semangat kreatif dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dan calon pelanggan melalui diversifikasi produk.
Selanjutnya, kelima, perseroan juga melakukan edukasi pasar melalui terjun langung melihat kebutuhan pelanggan, pameran-pameran, serta bekerjasama dengan institusi pendidikan dan menyediakan media promosi.
Keenam, perencanaan pendanaan yang baik melalui tim keuangan yang selalu aktif dalam mencari alternatif pendanaan yang lebih optimal. Ketujuh, perseroan memberikan perhatian dan berusaha meningkatkan kualitas dari SDM. Dan, kedelapan, perseroan tidak menutup mata untuk melakukan penetrasi pasar di luar industri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




