Dedi Mulyadi Sambut Positif Aa Gym Masuk Bursa Pilgub Jabar
Senin, 12 Juni 2017 | 12:33 WIB
Jakarta - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyambut positif masuknya sejumlah nama dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018. Termasuk nama dai kondang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung, Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym.
Dalam rilis Lembaga Survei Poltracking, nama Aa Gym menjadi calon yang memiliki tingkat popularitas paling tinggi yakni 92,04 persen, disusul Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dengan 86,05 persen, politisi Partai Demokrat Dede Yusuf dengan 84,03 persen, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan 79 persen.
Selain itu, terdapat juga nama artis sekaligus politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Desy Ratnasari sebesar 78 persen, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rieke Dyah Pitaloka sebesar 71,38 persen, disusul Dedi Mulyadi dan politisi PAN lainnya, Primus Yustisio yang masing-masing meraih popularitas 57,63 persen dan 55,38 persen.
Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi mengatakan, masuknya nama Aa Gym dan nama-nama lainnya akan membuat ritual demokrasi lima tahunan di Jawa Barat lebih berwarna. Masyarakat Jabar, kata Dedi memiliki alternatif pilihan calon dari beragam latar belakang. Demikian disampaikan Dedi usai peresmian Pondok Pesantren Tahfidz Yatim Piatu al Muchtar di Desa Benteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Minggu (11/6).
"Saya menyambut gembira Aa Gym masuk bursa Pilgub Jawa Barat. Artinya, masyarakat Jawa Barat bakal memiliki berbagai alternatif pilihan tokoh dari yang selama ini ramai dibicarakan," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (12/6).
Dedi menyatakan, majunya Aa Gym merupakan bagian dari hak politik yang dimilikinya. Hal ini lantaran dalam negara demokrasi, setiap orang memiliki hak yang sama untuk mengartikulasikan kepentingan politiknya masing-masing.
"Setiap orang memiliki hak untuk memilih dan dipilih, untuk dicalonkan dan mencalonkan. Termasuk Aa Gym, dan semua kalangan bisa mengikutinya. Itu normal saja," katanya.
Dedi yang saat ini menjabat Bupati Purwakarta, menegaskan tak khawatir atas hasil berbagai survei yang minggu ini dirilis. Pria yang gemar mengenakan peci hitam itu, menyatakan, siapapun yang nantinya terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat merupakan hasil dari proses takdir Tuhan dan sesuai dengan pilihan masyarakat.
"Apa sih yang harus dikhawatirkan, saya tidak khawatir soal apa pun, saya mah fokus bekerja saja, kan siapa yang jadi sudah ada takdirnya dan semua merupakan cermin dari keinginan masyarakat umum," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




