Pascalebaran, PD Pasar Jaya Akan Bangun Kembali Kios Pasar Kramat Jati

Senin, 12 Juni 2017 | 17:12 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim.
Kebakaran di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim. (SP/Iqbal SN)

Jakarta - Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan pihaknya akan membangun kembali kios yang terbakar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur pada Senin (12/6) subuh tadi. Rencananya pembangunan kios-kios tersebut akan dilakukan pascalebaran.

"Kalau kami melihat kasat mata sih, sebenarnya bisa dibangun lagi. Rencananya setelah Lebaran," kata Arief di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (12/6).

Karena itu, ia mengharapkan investigasi kepolisian untuk mengetahui penyebab kebakaran dapat segera diselesaikan sebelum Lebaran. Sebab, pembangunan dapat dilakukan bisa investigasi kepolisian sudah selesai.

"Kalau investigasi kepolisian sudah selesai, kita akan bangun lagi. Sementara menuju dibangun, kita akan buat tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang agar bisa tetap berdagang," ujarnya.

Pihaknya telah mengumpulkan pedagang pagi tadi. Dalam pertemuan tersebut, PD Pasar Jaya memetakan kondisi lapangan di Pasar Induk Kramat Jati. Agar dapat menentukan lokasi TPS yang tepat dan tidak mengganggu kegiatan usaha pedagang lainnya.

"Sebenarnya lokasi kita di pasar induk cukup besar. Jadi kita bisa gunakan bahu jalan. Misalkan, TPS sementara jadi sampai kemudian mereka bisa masuk lagi ke tempat semestinya," terangnya.

Ia menceritakan, kebakaran terjadi tepat pukul 01.50 WIB dan api sudah berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 05.00 WIB. Dari 1.451 kios yang ada, api hanya melalap 90 kios saja.

"Melihat dari situasi dan kondisi bangunannya, perlu dilakukan uji strukturnya," ungkapnya.

Ia menegaskan peristiwa kebakaran tersebut tidak mengganggu suplai dan distribusi barang kebutuhan pokok warga Jakarta selama Ramadan dan menjelang Lebaran.

"Kami memastikan itu tidak mempengaruhi. Kami berharap media jangan mengekspose salah. Karena kalau eksposnya salah, nanti ada spekulan yang masuk kalau terjadi kekurangan persediaan, nanti naik (harga)," tukasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon