Kapolri Optimistis Kemacetan Horor di "Brexit" Bisa Diatasi

Senin, 12 Juni 2017 | 17:25 WIB
GG
B
Penulis: Gardi Gazarin | Editor: B1
Jenderal Tito Karnavian.
Jenderal Tito Karnavian. (Antara)

Jakarta- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi Wakapolri Komjen Pol Syafrudin dan pejabat utama Mabes Polri menggelar rapat koordinasi kesiapan akhir tingkat pusat terkait Operasi Ramadaniya 2017 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1438 H.

Rapat koordinasi ini digelar secara tertutup di gedung utama Mabes Polri, Jakarta, Senin (12/6) yang juga dihadiri menteri terkait di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, serta Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, perwakilan Kemkominfo, Dirjen Perhubungan Darat Puji Hartanto, dan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub A Tonny Budiono.

Kapolri Titi Karnavian mengatakan, pertemuan ini dalam rangka koordinasi dan melakukan sinergi antarinstansi terkait kelancaran kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri 1438 H. Dikatakan, selain membahas pengamanan dan transportasi, rapat kali ini juga membahas masalah distribusi sembako nasional selama Ramadan hingga Idul Fitri nanti.

"Kami optimistis di antara penanganan jalur mudik, jalur tol dari Brebes sampai ke Batang bisa mengatasi macet horor di Brebes Timur Exit (Brexit) pada tahun ini" kata Kapolri.

Menurut Tito, sekarang sudah ada jalur fungsional 110 kilometer dari Kaligangsar Brebes sampai dengan Gringsing Weleri dekat Kendal. Hal itu relatif akan membantu mengurai kemacetan sehingga penanganan arus mudik kali ini akan terurai jauh lebih baik dari tahun lalu.

Tol Brebes itu, lanjut Kapolri, terbentang dari Brebes-Tegal-Pemalang-Pekalongan-Batang. Keberadaan tol itu diharapkan bisa mengurai penumpukan kendaraan yang menuju ke pantai utara Jawa (pantura) seperti Semarang, Banyuwangi, Purwokerto, dan Banyumas.

Dikatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) telah membangun lima jalan layang (flyover) untuk menghindari kemacetan di perlintasan kereta di jalur selatan Jawa. Kemacetan di daerah sekitar pun diprediksi akan terurai.

"Menpupera telah membangun 5 flyover, sudah selesai dibangun 4 flyover dan tinggal satu lagi di Karangsawah yang belum selesai. Penyebab belum selesai karena jalannya ada yang longsor, sehingga harus dipindahkan flyover-nya," kata Tito.

Kapolri memprediksi di Brexit tetap akan terjadi kepadatan. Karena yang boleh masuk jalur tol fungsional adalah kendaraan kecil, sedangkan kendaraan besar tidak boleh.

Demikian juga kemacetan akan terjadi di sekitar Brexit. Oleh karena itu, kendaraan besar tidak boleh masuk jalan tol fungsional. Sementara itu, jalur kendaraan fungsional mungkin akan keluar mulai dari Pejagan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon