Indonesia Terbuka Super Series Premier

Dua Ganda Campuran Indonesia Langsung Tersingkir

Selasa, 13 Juni 2017 | 19:49 WIB
HS
FH
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: FER
Ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto di Olimpiade Rio 2016.
Ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto di Olimpiade Rio 2016. (AFP)

Jakarta - Dua pasangan ganda campuran yang diandalkan Indonesia langsung tersingkir di babak pertama turnamen Indonesia Terbuka Super Series Premier di JCC Jakarta, Selasa (13/6).

Bermain di depan pendukungnya sendiri, Praveen Jordan/Debby Susanto dan Edi Subaktiar/Gloria Emmanuelle Widjaja gagal menunjukkan permainan terbaik, dan harus bertekuk lutut di hadapan lawannya.

Unggulan ketujuh Praveen/Debby secara mengejutkan kalah dari ganda non unggulan asal Denmark, Mathias Christiansen/Sara Thygesen 15-21, 21-19, 21-11. Mereka awalnya unggul di babak pertama dengan 21-15 melawan pasangan baru Denmark itu. Namun di babak kedua Mathias/Sara mampu mengimbangi permainan

Praveen/Debby mampu mencuri gim kedua dengan unggul tipis 19-21. Sayangnya di gim ketiga yang menentukan, Praveen/Debby tertinggal lebih dulu 0-4 dan 3-11 di paruh gim. Keunggulan Mathias/Sara terus dipertahankan dan memenangi pertandingan dengan 11-21.

"Dengan hasil ini, tentu saja kami kecewa. Tapi kita tetap harus hadapi masa-masa seperti ini," kata Praveen dalam jumpa pers usai pertandingan di JCC Jakarta, Selasa (13/6).

Praveen mengatakan baik dirinya dan Debby sebenarnya dalam kondisi yang baik, begitu juga dengan persiapan. Namun mereka mengakui salah pola main yang menyebabkan kalah.

"Tidak ada masalah dari fisik maupun stamina saya maupun Debby. Dari kami sebenarnya tidak ada masalah, cuma kami tadi memang ada salah di pola main," jelasnya.

Debby juga mengakui dirinya tidak habis stamina dalam pertandingan tadi. Tapi memang ia mengakui tidak memerhatikan secara teknis lain dalam pertandingan, seperti angin. Pola permainan yang salah dalam menghadapi pasangan Denmark tersebut.

"Awalnya kami menguasai jalannya permainan di gim pertama. Namun di gim kedua, ada beberapa bola dari pasangan Denmark yang melintir di depan net,sehingga membuat lawan lebih percaya diri. Sebaliknya, kita malah merasa panik. Sedangkan di gim ketiga, kami banyak kalah poin bisa terlihat dari terima servis di awal. Pukulan mereka itu udah cukup menekan karena servisnya tipis dan arahnya juga baik," jelas Debby.

Kekalahan juga dialami pasangan ganda campuran Indonesia lainnya, Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja. Melawan pasangan muda dari Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, Edi/Gloria kalah dalam pertandingan selama 1 jam 5 menit dengan 18-21, 21-13 dan 17-21.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon