Teroris Serang Markas Polda Sumut, 1 Polisi Gugur
Minggu, 25 Juni 2017 | 09:24 WIB
Jakarta - Dua orang diduga kelompok teroris menyerang pos penjagaan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) di Medan, dini hari tadi. Satu orang anggota Polri gugur dalam peristiwa itu.
"Tadi jam 03.00 WIB, ada serangan terduga teroris. Jadi dua orang melompat pagar di penjagaan Polda Sumatera Utara, kemudian menyerang salah satu pos," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Minggu (25/6).
Polda Sumut memiliki tiga pos. Pos satu digunakan untuk pintu masuk, pos dua khusus VIP, dan pos tiga merupakan pintu keluar. Kedua pelaku itu, menyerang pos penjagaan tiga.
"Pos tiga ditutup setelah jam 18.00 WIB. Jadi tadi pagi, di pintu tiga sebenarnya sudah tertutup. Kalau malam hanya lewat pintu satu. Nah, dua orang ini melompat, kemudian menyerang. Di pos itu hanya ada dua orang. Seharusnya, di pos ada empat orang, tetapi yang dua sedang patroli. Jadi dua di pos, satu sedang istirahat dan satu di luar pos," ungkapnya.
Ia menuturkan, pelaku menyerang petugas yang sedang istirahat di dalam pos pengamanan.
"Pada saat diserang, anggota atas nama Aiptu Martua Sigalingging gugur karena ditikam dengan senjata tajam. Kemudian, Brigadir Erbi Ginting (anggota yang di luar pos) minta tolong anggota Brimob yang sedang berjaga di pintu lain," katanya.
Ia mengungkapkan, anggota kemudian melakukan tindakan tegas kepada dua orang pelaku yang belum diketahui identitasnya itu.
"Satu pelaku tewas di tempat karena dilumpuhkan dan satu dalam keadaan kritis," katanya.
Dari Medan dilaporkan, Kepada Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyatakan sebelumnya Densus Antiteror 88 sudah menginformasikan bahwa kelompok teroris ingin menyerang markas polisi sehari sebelum kejadian. Selain menewaskan seorang polisi, pelaku juga mau membakar pos penjagaan di bagian depan Markas Polda Sumut.
"Pelaku yang melakukan penyerangan ada dua orang. Mereka masuk dengan cara melompat pagar. Kemudian mereka menyerang petugas," ujar Rina Sari Ginting.
Anggota Brimob yang langsung bertindak setelah mendengar teriakan permintaan bantuan Erbi Ginting adalah Brigadir Novendri Sinaga, Bharatu Lomo Simanjuntak, dan Brigadir Karo Sekali. Kedua terduga teroris itu ditembak. Seorang teroris tewas dan satu lagi kritis.
"Setelah berhasil melumpuhkan kedua terduga teroris, petugas langsung mengevakuasi jenazah Sigalingging dan terduga teroris ke Rumah Sakit Brimob Sumut. Begitu juga dengan teroris yang terluka akibat ditembak itu juga dibawa ke rumah sakit milik Polri," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




