PP Pemuda Katolik Kutuk Aksi Teror di Mapolda Sumut

Minggu, 25 Juni 2017 | 21:11 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Personel Brimob berjaga di dekat pos polisi Mapolda Sumut setelah peristiwa penyerangan, di Medan, Sumatera Utara, Minggu, 25 Juni 2017. Pada Minggu dini hari pos penjagaan Polda Sumut diserang dua orang pelaku, yang mengakibatkan satu personel polisi tewas dan pelaku penyerangan yang diduga berafiliasi ke ISIS.
Personel Brimob berjaga di dekat pos polisi Mapolda Sumut setelah peristiwa penyerangan, di Medan, Sumatera Utara, Minggu, 25 Juni 2017. Pada Minggu dini hari pos penjagaan Polda Sumut diserang dua orang pelaku, yang mengakibatkan satu personel polisi tewas dan pelaku penyerangan yang diduga berafiliasi ke ISIS. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Jakarta - Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengutuk aksi teror yang terjadi di Mapolda Sumatera Utara yang menyebabkan satu anggota Polda Sumut meninggal dunia. Pemuda Katolik menilai tidakan tersebut sebagai tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan.

"Kita kutuk aksi penyerangan di Mapolda Sumut dan juga menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarganya serta keluarga besar Polri," ujar Sekretaris Jenderal PP Pemuda Katolik Christopher Nugroho di Jakarta, Minggu (25/6).

Pemuda Katolik, kata Chris, sapaan akrabnya, mendukung penuh langkah pihak kepolisian dalam mengusut tuntas para pelaku teror sampai di sel-sel terkecilnya. Namun, dia menilai upaya menuntaskan teroris tidak bisa diserahkan kepada pihak kepolosian semata.

"Kita tidak bisa hanya menyerahkan masalah terorisme kepada pihak kepolisian, Densus 88 atau TNI, perlu kerja sama lembaga dan instansi terkait untuk mematikan langkah para teroris," imbuh dia.

Selain itu, lanjut Chris, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk bersama-sama pihak kepolisian memberantas dan mencegah terorisme. Masyarakat, kata dia bisa memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika melihat ada gerak-gerik orang yang mencurigakan.

"Yang terpenting juga adalah bagaimana membentengi masyarakat dari ideologi-ideologi terorisme sehingga tidak menjadi bagian dari gerakan terorisme. Dalam hal ini, penguatam ideologi Pancasila dan nilai-nilai toleransi, kebangsaan dan persatuan perlu dilakukan segera dan harus menyentuh sampai lapisan masyarakat," pungkas dia.

Seperti yang dilaporkan, Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) di Jl Medan - Tanjung Morawa, diserang dua orang pria diduga teroris, Minggu (25/6) dini hari. Penyerangan itu membuat seorang petugas jaga, Aiptu M Sigalingging dilaporkan tewas.

Sementara, dua terduga teroris berhasil dilumpuhkan, satu meninggal di tempat kejadian dan satu lagi dalam kondisi kritis.

Kejadian penyerangan oleh kelompok terduga teroris ini menghebohkan masyarakat di daerah tersebut. Apalagi, kejadian penyerangan sekitar pukul 03.00 WIB tersebut, saat memasuki perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah.

Selain itu, Densus Antiteror 88 sudah menginformasikan bahwa kelompok teroris ingin menyerang markas polisi, sehari sebelum kejadian. Selain menewaskan seorang polisi, pelaku juga mau membakar pos penjagaan di bagian depan Markas Polda Sumut.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon