Insiden dengan Zarco, ini Komentar Rossi
Senin, 26 Juni 2017 | 02:03 WIB
Assen - Valentino Rossi kembali bersenggolan dengan pembalap satelit Yamaha Johann Zarco, kali ini di Grand Prix Belanda, Minggu (25/6). Menurut Rossi, peristiwa itu terjadi karena si pembalap Tech 3 Yamaha melakukan manuver yang tidak masuk akal.
Zarco, pemegang pole position di Sirkuit Assen, berusaha merebut kembali pimpinan lomba ketika Rossi sedikit melebar ke kiri. Namun si pembalap Movistar Yamaha cepat-cepat kembali ke lintasan balapnya (race line) yang semula dan saat itulah mereka berbenturan. Zarco terpaksa menegakkan motornya untuk menghindari akibat lebih serius dan dia kemudian tercecer dua posisi.
Rossi, yang juga terlibat insiden dengan Zarco di Austin, menunjukkan bekas tapak ban Zarco di baju balapnya sebagai bukti agresivitas lawannya itu.
"Soal Zarco, saya mulai berpikir bahwa dia sebetulnya tidak jahat, hanya saja dia tidak mengerti ukuran motor satu dengan lainnya karena hari ini, seperti halnya di Austin, dia kembali melakukan sesuatu yang mustahil," kata Rossi yang akhirnya memenangi balapan itu sementara Zarco finis ke-14.
"Saya tidak tahu alasannya karena itu lintasan balap saya. Namun bagi saya, ketika Anda mencoba menyalip yang lain, Anda juga harus memperhitungkan bahwa pembalap lain itu tak bisa menghilang begitu saja."
Setelah tertinggal dari rombongan terdepan, Zarco berspekulasi mengganti ban dengan tipe basah karena terjadi hujan rintik-rintik di sirkuit pada beberapa putaran terakhir. Keputusannya menjadi blunder karena kecepatan dia tidak bertambah dan hujan juga tidak tambah deras. Tambahan pula, dia terkena penalti ride-through karena melanggar batas kecepatan di pitlane.
Rossi akhirnya berduel dengan pembalap Pramac Ducati Danilo Petrucci hingga garis finis. Saat itu, Rossi masih sempat melakukan selebrasi menjelang garis finis padahal Petrucci sangat dekat di belakangnya. Namun Rossi membantah aksinya itu sebagai tindakan berisiko.
"Saya terus menggeber dan mengerem sangat mepet dengan chicane (tikungan ganda) terakhir. Ya mungkin saya memang melakukan selebrasi, namun saat itu saya berpendapat tidak mungkin dengan akselerasi MotoGP bisa menyalip dari chicane menuju garis finis," jelasnya.
Petrucci yang finis kedua hanya terpaut 0,063 detik dari sesama pembalap Italia itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




