Politisi Perempuan Minta Stigma Negatif Wanita Dihapus

Sabtu, 21 April 2012 | 13:44 WIB
MM
BA
Anggota Komisi IX Rieke Dyah Pitaloka
Anggota Komisi IX Rieke Dyah Pitaloka (Antara)
"Mari kita rayakan hari ini dengan menyemangati emansipasi Kartini sebagai upaya tiada henti tentang perjuangan melawan penindasan dan penghisapan pemiskinan dan pembodohan yang dilakukan tak hanya oleh asing, tapi juga bangsa sendiri."

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Rieke Diah Pitaloka menyatakan peringatan Hari Kartini sebaiknya dimaknai sebagai sumber inspirasi perjuangan perempuan melawan penindasan dan penghisapan yang melahirkan pemiskinan dan pembodohan.
 
"Mari kita rayakan hari ini dengan menyemangati emansipasi Kartini sebagai upaya tiada henti tentang perjuangan melawan penindasan dan penghisapan pemiskinan dan pembodohan yang dilakukan tak hanya oleh asing, tapi juga bangsa sendiri," kata Rieke di Jakarta, Sabtu (21/4).
 
Dia melanjutkan bahwa seluruh perempuan Indonesia seharusnya menjadikan momentum peringatan itu menjadi perayaan bagi sebuah kegigihan menegakan keadilan dan memerangi kemiskinan.

Sementara itu, politisi Partai Golkar, Nurul Arifin menyatakan, perjuangan utama Kartini adalah tentang pendidikan bagi perempuan. Ironisnya, hingga kini belum benar-benar bisa dilaksanakan sepenuhnya di tengah stigma perempuan yang hanya berurusan dengan masalah domestik keluarga saja.
 
"Sampai saat ini kita tahu bahwa banyak perempuan yang tidak mendapatkan akses untuk menikmati pendidikan yang layak. Mereka dianggap tidak penting dan hanya akan berurusan dengan wilayah domestik  saja," kata Nurul.
 
Dia melanjutkan bahwa seluruh elemen bangsa, termasuk laki-laki, seharusnya menyadari dan bersama-sama bekerja untuk mengadvokasi emansipasi dan pendidikan yang lebih baik bagi perempuan.

"Saya yakin dan sependapat dengan Kartini, bahwa perempuan berpendidikan bisa mengubah dunia," tandasnya.
 
Secara terpisah, Politikus Partai Demokrat Nova Riyanti Yusuf menilai bahwa perempuan sendiri seharusnya semakin terpacu menunjukkan kemampuannya dengan meraih jabatan-jabatan penting di tingkat  negara.

Sebagai contoh di DPR, kata Nova, sudah saatnya para  perempuan di parlemen bersatu untuk mendorong agar lebih diperbanyak jumlahnya.
 
"Kita harus bisa berjuang dan dipercaya untuk semakin banyak menduduki posisi-posisi strategis di parlemen," tutur Nova.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon