Pemudik Diimbau Hindari Balik Bersamaan di Akhir Cuti

Senin, 26 Juni 2017 | 18:15 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Sejumlah kendaraan bermotor berjalan merayap saat melintas di Tol Dalam Kota, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 21 Juni 2017. PT Jasa Marga Semarang memprediksi kenaikan volume kendaraan selama musim mudik dan balik Lebaran 2017 ini sebesar 30 persen dari rata-rata 157.796 unit per hari menjadi 170.910 unit mobil per hari.
Sejumlah kendaraan bermotor berjalan merayap saat melintas di Tol Dalam Kota, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, 21 Juni 2017. PT Jasa Marga Semarang memprediksi kenaikan volume kendaraan selama musim mudik dan balik Lebaran 2017 ini sebesar 30 persen dari rata-rata 157.796 unit per hari menjadi 170.910 unit mobil per hari. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Semarang- Para pemudik di berbagai daerah diimbau untuk menghindari waktu balik yang bersamaan menjelang berakhirnya cuti bersama Lebaran 2017 guna menghindari kemacetan arus lalu lintas.

"Jika kepulangan pemudik ke daerah asal itu dimepetkan dengan berakhirnya liburan atau cuti bersama, dikhawatirkan terjadi penumpukan arus lalu lintas," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Semarang, Minggu (26/5).

Ia menyebutkan bahwa cuti bersama yang terhitung panjang pada Lebaran 2017 bersamaan dengan libur sekolah sehingga memungkinkan para pemudik berlama-lama di kampung halaman. Oleh karena itu, ia berharap pemudik bisa mengatur kepulangan agar tidak terjadi penumpukan arus lalu lintas saat arus balik lebaran.

Menurut dia, hal itu berbeda dengan saat mudik yang mengharuskan tiba di kampung halaman sebelum salat Idul Fitri agar bisa merayakan hari pertama Lebaran. "Baliknya bisa bergantian, bisa besok, lusa, jangan menumpuk pada hari Jumat, Sabtu, atau Minggu nanti," ujarnya.

Sri Puryono mengungkapkan hingga saat ini, kondisi di Provinsi Jawa Tengah terhitung aman terkendali dan harga kebutuhan pokok masyarakat juga terjangkau. Semua itu merupakan wujud keberhasilan semua pihak, termasuk masyarakat, dalam pengendalian diri selama Ramadan. "Kondisi seperti ini harus terus terjaga sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon