Terduga Teroris Syawaluddin Pernah 6 Bulan di Suriah

Selasa, 27 Juni 2017 | 08:10 WIB
AS
AB
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: AB
Personel Brimob berjaga di dekat pos polisi Mapolda Sumut pasca peristiwa penyerangan, di Medan, Sumatera Utara, 25 Juni 2017.
Personel Brimob berjaga di dekat pos polisi Mapolda Sumut pasca peristiwa penyerangan, di Medan, Sumatera Utara, 25 Juni 2017. (Antara/Irsan Mulyadi)

Medan - Syawaluddin, terduga teroris yang masih menjalani perawatan medis akibat ditembak polisi saat menyerang Aiptu Martua Sigalingging hingga tewas, di Markas Polda Sumut, Minggu (25/6), ternyata pernah ke Suriah.

"Dia pernah berangkat dan berada di Suriah selama enam bulan. Informasi itu diakui Syawaluddin dan juga dikuatkan dengan keterangan istrinya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting di Medan, Senin (26/6).

Rina mengatakan Syawaluddin merupakan terduga teroris yang berafiliasi dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Setelah kembali ke Indonesia, Syawaluddin masih tetap melakukan komunikasi dengan rekan-rekannya yang di Suriah.

"Komunikasi mereka dengan memanfaatkan jaringan internet. Target dari aksi teror yang dilakukan dengan sasaran polisi dan TNI. Bila berhasil merampas senjata api milik institusi itu, kemudian mereka membunuh anggota polisi dan TNI," katanya.

Dalam melancarkan aksi teror di Markas Polda Sumut, Syawaluddin beraksi bersama Ardi Ramadhan, terduga teroris yang tewas saat berusaha menyerang anggota Brimob yang berjaga di pintu masuk khusus untuk kapolda dan pejabat Polda Sumut.

Syawaluddin bersama Ardi masuk dengan cara melompat pagar Markas Polda melalui pintu tiga pos penjagaan polisi. Setelah itu, keduanya yang menggunakan senjata pisau menyerang Aiptu Martua Sigalingging. Polisi dengan sembilan anak ini tewas dengan luka tusuk di leher.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon