Polri: Mudik 2017 Lebih Baik
Kamis, 29 Juni 2017 | 10:34 WIB
Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan bahwa pelayanan mudik tahun 2017 jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Setyo, hal ini terjadi karena adanya persiapan yang matang dan kerja sama dari berbagai stakeholder.
"Pelayanan mudik tahun ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Meskipun ada keluhan masyarakat, tetapi relatif kecil jumlahnya," ujar Setyo di Jakarta, Rabu (28/6).
Setyo mengungkapkan sejumlah alasan mengapa pelayanan mudik tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Alasan pertama, kata Setyo adalah persiapan maksimal pemerintah dalam membangun infraktruktur jalan. Dia mencontohkan pembangunan tol fungsional sepanjang 110 Kilometer dari Brebes sampai Grincing.
"Ini kerja yang luar biasa, di mana kurang lebih satu tahun pembangunan jalan ini selesai dan bisa mengurangi kemacetan selama mudik," tandas dia.
Alasan kedua, lanjut Setyo adalah pengaturan lalu lintas yang tertib dan displin dari aparat keamanan. Kemudian ditopang oleh partisipasi masyarakat yang mau mengingkuti himbauan dari pihak kepolisian.
"Kita juga apresiasi kepada masyarakat yang mau mengikuti imbauan-imbauan dari kami selama mudik. Misalnya, kita himbau agar mudik tidak dilakukan H-2 sehingga jalanan tidak macet atau kita ingatkan agar cek semua kesiapan kendaraan sebelum melakukan mudik sehingga tidak terjadi kecelakaan," terang dia.
Ketiga, adalah cuti bersama yang cukup panjang. Menurut Setyo, waktu cuti yang panjang tersebut membuat pemudik mempunyai pilihan waktu yang banyak untuk melakukan mudik.
"Alasan keempat karena adanya kerja sama dan koordinasi yang baik antara kepolisian dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, Jasa Raharja, pihak kesehatan dan kemeterian serta lembaga lainnya," kata dia.
Jumlah Angka Kecelakaan Menurun
Jumlah kasus kecelakaan yang terjadi hingga H+2 Operasi Ramadniya 2017 atau Senin (26/6) sebanyak 1.299 kasus atau turun 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016.
"Hingga H+2 jumlah kecelakaan lalu lintas 1.299 kejadian turun 14 persen dibandingkan Ops Ramadniya tahun sebelumnya yang mencapai 1.515 kejadian," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/6).
Secara keseluruhan, terjadi penurunan dampak kecelakaan dalam Operasi Ramadniya 2017 hingga H+2 dibanding dengan Ops Ramadniya 2016 di antaranya jumlah korban meninggal 292 orang atau turun 1 persen, jumlah korban luka berat 356 orang atau turun 26 persen dan jumlah korban luka ringan 1.682 orang atau turun 14 persen.
Sementara pada H+2 Ops Ramadniya 2017, tercatat kasus kecelakaan tertinggi terjadi di wilayah Jawa Timur dengan 50 kasus yang mengakibatkan 11 orang meninggal dunia, 10 orang luka berat dan 80 orang luka ringan.
"Kejadian kecelakaan di wilayah Polda Jatim sebanyak 50 kejadian yang memakan korban 11 orang disebabkan tidak menjaga jarak antarkendaraan," katanya.
Kemudian di Jawa Tengah dengan 22 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat dan 37 orang luka ringan.
Selanjutnya, di Sulawesi Selatan terjadi 15 kasus kecelakaan, dengan dua orang meninggal dunia dan 25 orang luka ringan.
Dalam Operasi Ramadniya 2017 yang berlangsung selama 16 hari sejak 19 Juni-4 Juli 2017, Polri menggelar 4.209 pos pelayanan dan pos pelayanan se-Indonesia.
Pelibatan kekuatan dalam Ops Ramadniya 2017 yakni sebanyak 167.146 personel yang terdiri dari anggota Mabes Polri 2.956 personel, Polda 97.444 personel, TNI 13.131 personel, Dinas Perhubungan 9.765 personel, Pol PP 11.720 personel, Dinas Kesehatan 9.128 personel, Pramuka 6.913 personel dan lain-lain sejumlah 16.076 personel.
Data Perbandingan Laka Lantas
H+2 Lebaran
Jumlah:
- 2017: 1.299 Kejadian
- 2016: 1.515 Kejadian
- Turun 216 Kejadian atau 14%
Korban
Meninggal Dunia
-2017: 292 orang
-2016: 294 orang
- Turun sebanyak 2 orang atau 1%
Luka Berat
- 2017: 356 orang
- 2016: 478 orang
- Turun 122 orang atau 26%
Luka Ringan
- 2017: 1.682 orang
- 2016: 1.959 orang
- Turun sebanyak 277 orang atau 14%
Kerugian Material
- 2017: Rp: 2.727.364.750
- 2016: Rp 3.648.957.050
- Turun 25%
Data Laka Lantas Polda (ranking 3 besar)
- Polda Jatim
Jumlah: 50 kejadian
Meninggal dunia: 11 orang
Luka berat: 10 orang
Luka Ringan: 80 orang
kerugian material: Rp 58.850.000.
- Polda Jateng
Jumlah: 22 kejadian
Meninggal dunia: 4 orang
Luka berat: 4 orang
Luka Ringan: 37 orang
kerugian material: Rp 32.600.000.
-Polda Sulsel
Jumlah: 15 kejadian
Meninggal dunia: 2 orang
Luka berat: 0 orang
Luka Ringan: 25 orang
kerugian material: Rp 30.550.000.
Pelanggaran Lantas H+2 Lebaran 2017
- Jumlah
a). Tilang : 47.537 Kali
b). Teguran: 51.421 Kali
- Jumlah Tilang / Teguran Per Polda pada H-2 (rangking 3 besar) :
a). Polda Jatim
- Tilang 682 kali
- Teguran 791 kali
b). Polda Jateng
- Tilang 588 kali
- Teguran 1741 kali.
c). Polda Metro Jaya
- Tilang 213 kali
- Teguran 265 kali.
Dinamika Ops Ramadniya 2017 pada H2:
1. Kejadian laka di Polda Jatim sebanyak 50 kjdn memakan korban sbyk 11 jiwa yang disebabkan tidak menjaga jarak kendaraan
2. Penindakan pelanggaran terbanyak adalah Polda Jatim dengan jenis pelanggaran melanggar rambu berhenti utk Ran R4 dan Helm utk Ran R2 sbyk 682 penindakan
3. Adanya penumpukan arus di Lokasi tol Cikampek tepatnya di ruas Tol Cikunir menuju cikarang
4. Adanya penumpukan arus Tol Jagorawi di sebabkan antrian gerbang Tol Ciawi dan jalur Ciawi menuju Megamendung
5. Terjadi kemacetan di Nagrek menuju Tasik, disebabkan volume kendaraan menuju tempat wisata.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




