Arus Balik Surabaya-Bali Masih Normal

Sabtu, 1 Juli 2017 | 16:19 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Sejumlah kendaraan antre saat akan menyeberang ke Pulau Jawa di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Jumat 23 Juni 2017.
Sejumlah kendaraan antre saat akan menyeberang ke Pulau Jawa di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Jumat 23 Juni 2017.

Situbondo - Arus balik Lebaran 2017 dari arah Surabaya menuju ke Pulau Bali yang menggunakan angkutan darat, Sabtu (1/7) pagi hingga siang masih terpantau normal.

Di jalur pantai utara (pantura) Jawa Timur bagian timur itu hanya ditemukan satu dua kendaraan roda dua dan empat yang membawa barang bawaan lebih banyak sebagai tanda bahwa mereka adalah pemudik.

Arus kendaraan yang melewati tol dari arah Perak, Surabaya, menuju Gempol, Pasuruan, hingga ke arah timur menuju Banyuwangi juga masih normal. Pengguna kendaraan roda empat pribadi itu umumnya masih berpelat nomor Jawa Timur, seperti L (Surabaya), N (Malang) W (Sidoarjo), dan lainnya.

Dari Pasuruan ke arah timur, kendaraan roda dua dan empat masih lancar yang didominasi kendaaraan dengan nomor polisi Jawa Timur. Namun, ketika memasuki wilayah Kabupaten Situbondo, tepatnya di sebuah SPBU di Banyuglugur, ditemui banyak kendaraan roda empat yang akan menuju Bali, pengemudi dan penumpangnya sedang beristirahat.

Diperkirakan puncak arus balik dari Pulau Jawa menuju ke Pulau Bali akan terjadi pada Minggu (2/7) atau hari terakhir liburan bagi pekerja kantoran, sesuai jadwal cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah terkait Lebaran 2017.

Sementara itu arus balik dari Madura menuju Surabaya, pada Sabtu dini hari terpantau lengang. Hanya saja sehabis subuh sejumlah pasar di Bangkalan, seperti Blega, Tanah Merah dan Galis sudah ramai sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan, seperti pada situasi normal atau di luar arus mudik dan balik Lebaran.

Di sepanjang perjalanan dari Pamekasan ke arah Jembatan Suramadu, dijumpai sejumlah masyarakat membawa janur muda yang akan digunakan untuk membuat ketupat. Demikian juga di perjalanan dari Bangil, Kabupaten Pasuruan, menuju Situbondo yang memiliki tradisi sama dengan masyarakat Muslim di Pulau Madura.

Masyarakat dengan budaya Madura akan merayakan Hari Raya Ketupat (tujuh hari setelah Idul Fitri) pada Minggu (2/7). Umumnya mereka membuat sendiri bungkus ketupat dari janur muda.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon